Dana Program Makan Siang Gratis Rentan Dikorupsi! Ahok Punya Triks Agar Tetap Tepat Sasaran, Begini Caranya?

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juli 2024 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahas Program Makan Siang Gratis: Ahok Sentil Pihak yang Ingin Cari Untung? (Instagram/@basukibtp)

Bahas Program Makan Siang Gratis: Ahok Sentil Pihak yang Ingin Cari Untung? (Instagram/@basukibtp)

1TULAH.COM-Kekhawatiran program makan siang gratis yang menjadi unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Raka Buming Raka, menjadi wadah korupsi baru perlu diantisipasi sejak dini.

Salah satunya yang diusulkan oleh Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok adalah dengan membagikan uang secara langsung kepada setiap anak melalui orangtuanya sebesar Rp50 ribu untuk dibuatkan menu makan bergizi di rumah.

Program makan siang gratis untuk siswa sekolah telah menjadi topik hangat dalam beberapa waktu terakhir. Banyak pihak melihat program ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan gizi anak-anak dan memastikan mereka dapat belajar dengan baik tanpa kekhawatiran tentang makanan.

Namun, di balik niat baik ini, muncul berbagai tantangan dan perdebatan tentang bagaimana cara terbaik untuk melaksanakannya. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, misalnya, memiliki ide menarik yang diajukan untuk mendukung program ini yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Memangnya, seperti apa program makan siang gratis versi Ahok?

Baca Juga :  Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK

Triks Program Makan Siang Gratis Versi Ahok Agar Tidak Dikorupsi

Cara Ahok memberikan makan siang gratis ini cukup sederhana. Meski begitu, Ahok sadar bahwa gagasan ini mungkin tidak akan disukai oleh semua pihak. Diketahui bahwa program makan siang gratis merupakan prioritas utama bagi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Hashim Djojohadikusumo, Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, program makan siang gratis ini membutuhkan biaya sebesar Rp 450 triliun per tahun. Hashim menyatakan bahwa dana untuk program makan siang gratis ini tidak akan diambil dari anggaran program bantuan sosial. Menurutnya, program makan siang gratis ini akan menggunakan anggaran baru.

Di sisi lain, Ahok ternyata memiliki gagasan sederhana untuk program makan siang gratis.

“Ada seorang teman di pemerintahan yang bertanya, ‘menurutmu bagaimana cara mengatasinya? Kami bingung untuk mengatur makan siang di semua sekolah’,” ungkap Ahok saat berbincang dengan Najwa Shihab.

Ahok juga mengklaim bahwa jika dirinya yang menjalankan, maka program makan siang gratis ini akan terealisasi. Ahok memperkirakan satu orang anak diberikan Rp 50 ribu, lalu pihak sekolah mewajibkan menu yang harus dibuat oleh orang tua di rumah.

Baca Juga :  Pencarian Korban Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan, Tangis Haru Warnai Pertemuan Keluarga dan Tim SAR

Ahok menilai bahwa cara ini lebih efektif ketimbang menggunakan proses pengadaan untuk program makan siang gratis di Indonesia. Menurutnya, melalui proses pengadaan, akan banyak pihak yang mengambil untung.

Kemudian, Ahok juga sempat mengatakan bahwa dengan langsung memberi uang pada ibu si anak, maka akan menghemat anggaran di satu Kementerian. Namun Ahok juga sadar bahwa cara seperti ini akan merugikan pihak yang berniat mengambil keuntungan dari program makan siang gratis. Oleh karenanya, Ahok menyadari cara-cara dan ide darinya banyak tidak disukai.

Itulah ide dan gagasan program makan siang gratis versi Ahok yang diungkapkannya pada saat menjadi bintang tamu dalam acara Mata Najwa yang tayang di kanal YouTube Najwa Shihab pada 4 Juli 2024. (Sumber:Suara.com)

 

 

 

Berita Terkait

KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar
Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda
Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo
Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK
Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus
Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:42 WIB

KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Selasa, 22 September 2026 - 18:27 WIB

Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK

Selasa, 22 September 2026 - 18:01 WIB

Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat

Senin, 21 September 2026 - 05:29 WIB

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla

Minggu, 20 September 2026 - 17:48 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Berita Terbaru