Hari Kesaktian Pancasila 2026: Legislator Kalteng Ajak Perkuat Falsafah Huma Betang

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Noor Fazariah Kamayanti,Foto:Istimewa

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Noor Fazariah Kamayanti,Foto:Istimewa

1TULAH.COM-Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober menjadi pengingat penting akan kokohnya ideologi bangsa Indonesia. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Noor Fazariah Kamayanti, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat persatuan dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Politisi Srikandi Partai Golkar ini, Pancasila telah terbukti secara sejarah menjadi benteng ideologi yang sangat kokoh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman dan tantangan zaman.

“Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita semua bahwa ideologi Pancasila tidak bisa digantikan oleh paham mana pun. Sejarah telah membuktikan betapa Pancasila menjadi perekat utama yang menyelamatkan bangsa ini dari perpecahan,” ujar Kamayanti, Kamis (1/10/2026).

Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau hafalan semata, melainkan panduan hidup serta fondasi utama dalam berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Membentengi Generasi Muda di Era Disrupsi Digital

Di era modern saat ini, tantangan berbangsa dinilai semakin kompleks. Arus informasi global yang pesat, disrupsi digital, hingga potensi perpecahan di tengah masyarakat menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi.

Baca Juga :  Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Oleh karena itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kapuas ini menilai bahwa pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan benteng paling ampuh, khususnya bagi generasi muda.

Secara khusus bagi masyarakat Bumi Tambun Bunga (Kalimantan Tengah), Kamayanti menekankan pentingnya menyelaraskan nilai-nilai Pancasila dengan kearifan lokal Falsafah Huma Betang, yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi, dan kegotongroyongan.

“Di Kalteng, kita memiliki kebanggaan Falsafah Huma Betang yang selaras dengan nilai sila-sila Pancasila. Semangat gotong royong dan kebersamaan ini harus terus kita rawat, terutama dalam menyikapi berbagai dinamika pembangunan daerah,” tegasnya.

Mendorong Keadilan Ekonomi Lewat Sila Ke-5 Pancasila

Sebagai legislator di Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi sektor perekonomian dan sumber daya alam (SDA), Fazariah juga mendorong agar penguatan nilai Pancasila tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan dalam program nyata pembangunan ekonomi yang berkeadilan.

Baca Juga :  Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Prinsip Sila Kelima Pancasila, yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, harus dijadikan acuan utama dalam perumusan kebijakan publik di daerah.

Beberapa langkah strategis yang didorong meliputi:

  • Pemberdayaan UMKM: Membuka akses modal dan pendampingan usaha bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.

  • Pengelolaan SDA Berkelanjutan: Memastikan kekayaan alam Kalteng dikelola untuk kemakmuran masyarakat luas tanpa merusak lingkungan.

  • Pemerataan Kesejahteraan: Mewujudkan akses pembangunan dan ekonomi yang merata hingga ke pelosok desa.

“Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026. Mari kita bersama-sama menjaga keutuhan daerah dan bangsa ini dengan terus memperkuat persatuan, menebar kebaikan, serta bekerja keras demi terwujudnya masyarakat Kalimantan Tengah yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya. (Ingkit)

Berita Terkait

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Berita Terbaru