1TULAH.COM-Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri resmi menetapkan nahkoda KM Virgo Transport 8, Arief Yunianto, sebagai tersangka atas insiden naas kapal terbalik dan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Kasus hukum kapal tenggelam ini kini ditangani secara intensif oleh Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Baharkam Polri.
Kasubdit Gakkum Ditpolair Baharkam Polri, Kombes Kukuh Prabowo, mengonfirmasi bahwa penanganan perkara ini diambil alih oleh Baharkam Polri setelah sebelumnya dilimpahkan dari Polda Kalimantan Selatan.
“Saat ini sudah kita tangani dan saat ini kita sudah menetapkan tersangka nahkodanya,” tegas Kukuh kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).
Pascapenetapan status hukum tersebut, penyidik bergerak cepat dengan melakukan penahanan terhadap Arief Yunianto.
Penyidik Pendalami Keterlibatan Pihak Lain
Meskipun nahkoda kapal telah berstatus tersangka dan ditahan, Baharkam Polri tidak berhenti sampai di situ. Penyidik masih terus mendalami serta memeriksa saksi-saksi untuk menyelidiki potensi keterlibatan pihak lain, termasuk kemungkinan kelalaian atau pelanggaran dari manajemen pemilik kapal.
“Pemeriksaan sementara masih berlanjut untuk mencari para pihak yang bisa dimintai pertanggungjawabannya,” jelas Kukuh.
Kronologi KM Virgo Transport 8 Ditemukan Terbalik
Berdasarkan data kronologi kejadian, KM Virgo Transport 8 bertolak dari Pelabuhan Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026). Namun, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA, kapal tersebut dilaporkan hilang kontak setelah dihantam cuaca buruk di perairan Laut Jawa.
Kapal kargo/penumpang tersebut kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik di sekitar kawasan perairan Masalembo—wilayah perairan yang dikenal memiliki karakteristik gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.
Update Korban: 78 Meninggal Dunia, 57 Masih Dicari
Hingga perkembangan terbaru proses evakuasi dan pencarian, tim SAR gabungan telah berhasil mendata total 186 korban insiden tersebut. Dari jumlah tersebut:
-
108 korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
-
78 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, sebanyak 57 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan hingga kini proses pencarian di perairan Masalembo terus diupayakan oleh petugas gabungan. Operasi pencarian dan penyelidikan hukum atas kecelakaan laut ini masih terus bergulir. (Sumber:Suara.com)























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

