DPRD Kalteng Dorong Percepatan Jalan Pekahi–Mendawai, Pangkas Jarak Ratusan Kilometer di Katingan

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng Junaidi pimpin Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi di Ruang Rapat Gabungan DPRD Provinsi Kalteng, Senin (2/2/2026).Foto:Ist

Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng Junaidi pimpin Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi di Ruang Rapat Gabungan DPRD Provinsi Kalteng, Senin (2/2/2026).Foto:Ist

1TULAH.COM-Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mendorong percepatan pembukaan akses jalan darat Pekahi–Mendawai. Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis untuk membuka keterisolasian wilayah Katingan Selatan sekaligus memangkas jalur distribusi barang dan jasa.

Menurut Junaidi, pembukaan jalan tersebut akan memperpendek konektivitas masyarakat menuju Kasongan selaku ibu kota Kabupaten Katingan. Selain itu, akses ini bakal memperlancar distribusi hasil pertanian, perikanan, serta komoditas lokal tanpa perlu lagi bergantung pada akses transit melalui Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Usulan pembangunan infrastruktur ini telah disampaikan melalui APBD Provinsi Kalteng karena tergolong sebagai kebutuhan mendesak bagi warga di Kecamatan Katingan Kuala, Mendawai, dan Kamipang.

“Kami mendorong akses darat dari Katingan Kuala menuju Pekahi sampai tembus ke Mendawai, sekitar 90 kilometer. Itu supaya distribusi barang tidak lagi harus lewat Kotim. Harapan kita, hasil sumber daya alam dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa langsung mengalir ke wilayah Kabupaten Katingan,” ujar Junaidi, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga :  Siaga Karhutla 2026, Rahmanto Dorong Patroli dan Deteksi Dini Diperkuat

Pangkas Jarak Tempuh dari 220 Km Jadi 90 Km

Selama ini, masyarakat di kawasan selatan Katingan harus menempuh perjalanan memutar hingga 210–220 kilometer melewati wilayah Kotim hanya untuk mencapai ibu kota kabupaten.

Jika proyek jalan Pekahi–Mendawai berhasil direalisasikan, total jarak tempuh diperkirakan menyusut signifikan menjadi sekitar 90 kilometer saja. Efisiensi ini diyakini bakal memangkas biaya logistik dan menghemat waktu perjalanan warga secara drastis.

Tantangan Lahan Gambut dan Rawa Sepanjang 14 Km

Meski menawarkan manfaat ekonomi yang besar, proyek pembangunan infrastruktur jalan ini memiliki tantangan geografis. Terdapat bentangan kawasan rawa dan tanah gambut sepanjang kurang lebih 14 kilometer yang memerlukan teknik konstruksi khusus.

Junaidi menekankan pentingnya komitmen serta skema penganggaran yang berkelanjutan agar proyek dapat dikerjakan secara bertahap.

Baca Juga :  Heriyus Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya Lewat FBTTB

“Memang ada sekitar 14 kilometer kawasan rawa yang memerlukan konstruksi khusus. Karena itu, dukungan anggaran menjadi hal yang sangat penting agar pembangunan bisa dilaksanakan secara bertahap,” jelasnya.

Normalisasi Sungai Hantipan Jadi Solusi Jangka Pendek

Sebagai langkah antisipasi sembari menunggu proyek jalan darat terealisasi penuh, DPRD Kalteng mengusulkan opsi percepatan melalui normalisasi Sungai Hantipan guna menjaga kelancaran transportasi perairan.

“Kalau anggaran untuk jalan belum mencukupi, maka untuk sementara lebih baik dilakukan pengerukan Sungai Hantipan agar lebih dalam. Itu bisa menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan jalan darat selesai,” tegas Junaidi.

DPRD Kalteng berharap Pemerintah Provinsi Kalteng bersama Pemerintah Kabupaten Katingan dapat bersinergi menyusun tahapan pembangunan secara terukur. Kehadiran akses Pekahi–Mendawai diharapkan mampu memperkuat konektivitas, memicu pertumbuhan ekonomi baru, serta meratakan pembangunan hingga ke pelosok daerah. (Ingkit)

Berita Terkait

KH Ma’ruf Amin Tekankan SDM Unggul dan Teknologi untuk Kelola Sumber Daya Alam
Mura Expo 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
Buntut Temuan Emas 74 Kg di Sentul, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicecar 20 Pertanyaan selama 7 Jam
Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung
Lomba Jajanan Tempo Dulu Meriahkan Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026
Siaga Karhutla 2026, Rahmanto Dorong Patroli dan Deteksi Dini Diperkuat
Potensi PAD Bocor? DPRD Kalteng Minta Bapenda Lakukan ‘Silang Data’ dengan BPH Migas
37 Ribu Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, Pengelola SPPG Bisa Terancam Jerat Pidana
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:00 WIB

DPRD Kalteng Dorong Percepatan Jalan Pekahi–Mendawai, Pangkas Jarak Ratusan Kilometer di Katingan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:53 WIB

KH Ma’ruf Amin Tekankan SDM Unggul dan Teknologi untuk Kelola Sumber Daya Alam

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Mura Expo 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:40 WIB

Buntut Temuan Emas 74 Kg di Sentul, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicecar 20 Pertanyaan selama 7 Jam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Siaga Karhutla 2026, Rahmanto Dorong Patroli dan Deteksi Dini Diperkuat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:40 WIB

Potensi PAD Bocor? DPRD Kalteng Minta Bapenda Lakukan ‘Silang Data’ dengan BPH Migas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:33 WIB

37 Ribu Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, Pengelola SPPG Bisa Terancam Jerat Pidana

Berita Terbaru