1TULAH.COM-Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mendorong percepatan pembukaan akses jalan darat Pekahi–Mendawai. Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis untuk membuka keterisolasian wilayah Katingan Selatan sekaligus memangkas jalur distribusi barang dan jasa.
Menurut Junaidi, pembukaan jalan tersebut akan memperpendek konektivitas masyarakat menuju Kasongan selaku ibu kota Kabupaten Katingan. Selain itu, akses ini bakal memperlancar distribusi hasil pertanian, perikanan, serta komoditas lokal tanpa perlu lagi bergantung pada akses transit melalui Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Usulan pembangunan infrastruktur ini telah disampaikan melalui APBD Provinsi Kalteng karena tergolong sebagai kebutuhan mendesak bagi warga di Kecamatan Katingan Kuala, Mendawai, dan Kamipang.
“Kami mendorong akses darat dari Katingan Kuala menuju Pekahi sampai tembus ke Mendawai, sekitar 90 kilometer. Itu supaya distribusi barang tidak lagi harus lewat Kotim. Harapan kita, hasil sumber daya alam dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa langsung mengalir ke wilayah Kabupaten Katingan,” ujar Junaidi, Rabu (5/8/2026).
Pangkas Jarak Tempuh dari 220 Km Jadi 90 Km
Selama ini, masyarakat di kawasan selatan Katingan harus menempuh perjalanan memutar hingga 210–220 kilometer melewati wilayah Kotim hanya untuk mencapai ibu kota kabupaten.
Jika proyek jalan Pekahi–Mendawai berhasil direalisasikan, total jarak tempuh diperkirakan menyusut signifikan menjadi sekitar 90 kilometer saja. Efisiensi ini diyakini bakal memangkas biaya logistik dan menghemat waktu perjalanan warga secara drastis.
Tantangan Lahan Gambut dan Rawa Sepanjang 14 Km
Meski menawarkan manfaat ekonomi yang besar, proyek pembangunan infrastruktur jalan ini memiliki tantangan geografis. Terdapat bentangan kawasan rawa dan tanah gambut sepanjang kurang lebih 14 kilometer yang memerlukan teknik konstruksi khusus.
Junaidi menekankan pentingnya komitmen serta skema penganggaran yang berkelanjutan agar proyek dapat dikerjakan secara bertahap.
“Memang ada sekitar 14 kilometer kawasan rawa yang memerlukan konstruksi khusus. Karena itu, dukungan anggaran menjadi hal yang sangat penting agar pembangunan bisa dilaksanakan secara bertahap,” jelasnya.
Normalisasi Sungai Hantipan Jadi Solusi Jangka Pendek
Sebagai langkah antisipasi sembari menunggu proyek jalan darat terealisasi penuh, DPRD Kalteng mengusulkan opsi percepatan melalui normalisasi Sungai Hantipan guna menjaga kelancaran transportasi perairan.
“Kalau anggaran untuk jalan belum mencukupi, maka untuk sementara lebih baik dilakukan pengerukan Sungai Hantipan agar lebih dalam. Itu bisa menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan jalan darat selesai,” tegas Junaidi.
DPRD Kalteng berharap Pemerintah Provinsi Kalteng bersama Pemerintah Kabupaten Katingan dapat bersinergi menyusun tahapan pembangunan secara terukur. Kehadiran akses Pekahi–Mendawai diharapkan mampu memperkuat konektivitas, memicu pertumbuhan ekonomi baru, serta meratakan pembangunan hingga ke pelosok daerah. (Ingkit)









![Tersangka yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kiri) berjalan menuju mobil tahanan di Rutan Cabang KPK, Jakarta, Jumat (7/8/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/febri-periksa-225x129.jpg)













![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

