KH Ma’ruf Amin Tekankan SDM Unggul dan Teknologi untuk Kelola Sumber Daya Alam

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin. (Suara.com/Bagaskara)

Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin. (Suara.com/Bagaskara)

1TULAH.COM-Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin, memberikan pesan mendalam mengenai tanggung jawab manusia dalam memakmurkan bumi. Dalam keterangannya, ia secara khusus memberikan peringatan keras agar semua pihak berhati-hati dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya di sektor pertambangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Ma’ruf dalam acara Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi NU yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Dua Pilar Memakmurkan Bumi Menurut Pandangan Ulama

Dalam pandangan ulama, Ma’ruf menjelaskan bahwa tugas utama manusia dalam memakmurkan bumi berpijak pada dua pilar penting:

  • Menjaga Keberlanjutan Kebaikan: Kewajiban untuk mempertahankan hal-hal baik yang sudah ada dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan (laa tufsiduu fil ardh).

  • Menambah Nilai Kebaikan (Wa An Tazdas-Shaliha Shalin): Upaya meningkatkan kualitas hidup melalui inovasi, modernisasi, dan hilirisasi.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Minta Program Pasar Murah Diperluas ke Seluruh Kabupaten

“Memakmurkan bumi itu, menurut pandangan ulama, ada dua. Supaya menjaga yang baik itu dalam kebaikannya dijaga, dan tidak melakukan yang merusak. Jadi menjaga yang baik tetap baik, dan tidak melakukan pengrusakan,” ujar Ma’ruf Amin.

Ia mencontohkan bagaimana penerapan rekayasa teknologi di sektor pertanian serta pembangunan infrastruktur seperti bendungan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kemakmuran masyarakat. Menurutnya, teknologi harus dikembangkan agar nilai kebaikan terus bertambah.

Peringatan Khusus Sektor Pertambangan: “Jangan Kena Jerat”

Di tengah sorotan publik mengenai keterlibatan berbagai ormas dan lembaga dalam pengelolaan sumber daya alam, Kiai Ma’ruf memberikan catatan kritis terkait tata kelola pertambangan. Ia mengingatkan agar pengelolaan tambang dilakukan secara bijak dan tidak menimbulkan perebutan yang memicu persoalan di kemudian hari.

“Hati-hati gitu. Jangan sampai kita kena jerat tambang. Jangan rebutan tambang, noh NU itu sudah punya tambang sendiri tuh,” tegas Kiai Ma’ruf.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dukung Rencana Gubernur Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla 30 Hari

Peringatan ini menjadi penekanan penting agar pengelolaan sektor energi dan mineral tetap berada pada koridor hukum, keberlanjutan lingkungan, serta kemaslahatan bersama tanpa mengabaikan aspek kehati-hatian.

Tambang dan Inovasi sebagai Penopang Kehidupan (Muqawwimatul Hayah)

Lebih jauh, Kiai Ma’ruf memaparkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam yang dibarengi dengan inovasi merupakan bagian dari muqawwimatul hayah atau pilar penopang kehidupan yang diajarkan dalam tradisi Nahdlatul Ulama.

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan inovatif menjadi kunci utama agar pemanfaatan alam tidak berujung pada eksploitasi destructif, melainkan menjadi sarana untuk menyejahterakan umat.

“Nah itu, tapi ini sebenarnya muqawwimatul hayah yang diajarkan oleh NU. Bagaimana kita melakukan inovasi untuk an tazdas-shaliha shalhan. Jadi, begitu kita memakmurkan, kita menyiapkan sumber dayanya, kita melakukan ini. Ini bagian daripada misi besar para ulama,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Berita Terbaru