Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki. (Suara.com/Hiskia)

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki. (Suara.com/Hiskia)

1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia memberikan respons cepat terkait sorotan internasional mengenai keluhan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak hingga ke negara tetangga, Singapura. Isu transboundary haze atau asap lintas batas ini menjadi perhatian publik global, terlebih Singapura tengah menjadi tuan rumah gelaran balap mobil F1 pada akhir pekan ini.

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), Rohmat Marzuki, mengungkapkan bahwa Presiden telah turun tangan langsung melakukan komunikasi diplomasi dengan pemimpin negara-negara tetangga untuk menyikapi persoalan ini.

“Jadi terkait dengan transboundary haze yang itu sudah lintas negara, Bapak Presiden sudah melakukan komunikasi dengan pimpinan negara sahabat, terutama juga Malaysia dan Singapura, untuk nanti bersama-sama memperkuat kerja sama terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Rohmat saat ditemui di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (9/10/2026).

Baca Juga :  Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Ancaman Iklim Ekstrem El Nino dan Aksi Nyata di Lapangan

Rohmat menekankan bahwa fenomena karhutla yang memicu paparan asap ke Singapura tidak terlepas dari ancaman iklim ekstrem El Nino kuat yang saat ini melanda kawasan. Pemerintah menggarisbawahi bahwa karhutla merupakan krisis iklim bersama secara global, di mana sejumlah negara lain juga mencatatkan luasan karhutla yang masif.

Kendati demikian, fokus utama pemerintah Indonesia saat ini adalah memperkuat penanganan langsung di titik lokasi kebakaran guna meredam dampak asap.

“Ya, memang sekarang yang harus dilakukan memang di lapangan. Jadi memperkuat pasukan darat yang ada di lapangan dari berbagai pihak,” ujar Rohmat.

Sinergi Personel Taktis di 6 Provinsi Rawan Karhutla

Penanganan karhutla telah menggerakkan ribuan personel taktis yang diterjunkan ke titik-titik paling rentan. Kementerian Kehutanan mengerahkan Manggala Agni serta mem-BKO-kan Polisi Kehutanan dari seluruh Indonesia ke enam provinsi rawan, yaitu:

  • Kalimantan Barat (Kalbar)

  • Kalimantan Tengah (Kalteng)

  • Kalimantan Selatan (Kalsel)

  • Riau

  • Jambi

  • Sumatera Selatan (Sumsel)

Baca Juga :  Mengenal 3 Pria yang Pernah Mengisi Hati Shandy Aulia: Dari Aktor hingga Mantan Suami

Langkah penanganan di darat ini didukung langsung oleh bantuan finansial dari Istana kepada pemerintah daerah serta kolaborasi penuh dengan TNI dan Polri.

Kombinasi Pemadaman Udara dan Operasi Modifikasi Cuaca

Selain memaksimalkan pemadaman darat, pemerintah menempuh strategi kombinasi melalui jalur udara. Penanganan dilakukan lewat water bombing (penyiraman air masif) serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang teridentifikasi rawan.

“Tapi OMC ini syaratnya adalah harus ada awan semai yang terbentuk. Jadi itu semua terus kita upayakan,” pungkas Rohmat.

Seluruh aksi pemadaman terkonsentrasi untuk menaklukkan titik api di lahan gambut, yang selama ini menjadi penyumbang utama pekatnya produksi asap lintas batas. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah
Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya
Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat
Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital
Heriyus: Pencegahan Karhutla Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Pemkab Mura Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter, Kukuhkan Duta Baca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Heriyus: Pencegahan Karhutla Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Pemkab Mura Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter, Kukuhkan Duta Baca

Berita Terbaru