Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Forensik Angkut Barang Bukti dari Klinik Lokasi Penemuan Penjaga Rumah Febrie Adriansyah. [Suara.com/Cornelius]

Tim Forensik Angkut Barang Bukti dari Klinik Lokasi Penemuan Penjaga Rumah Febrie Adriansyah. [Suara.com/Cornelius]

1TULAH.COM-Penyelidikan atas tewasnya Sutrimo, penjaga rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, terus bergulir. Kepolisian Republik Indonesia bersama Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri baru saja merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) susulan di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam proses pemeriksaan tersebut, polisi secara tegas membantah isu yang beredar terkait adanya temuan zat beracun di lokasi kejadian.

Bantahan Temuan Racun dari Pihak Kepolisian

Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Robby Pasha, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi maupun temuan bahan beracun saat olah TKP berlangsung.

“Nggak, nggak, nggak,” tegas Robby saat dikonfirmasi awak media mengenai spekulasi keberadaan racun di lokasi kejadian.

Meski demikian, Robby masih enggan merinci lebih jauh mengenai hasil sementara dari olah TKP maupun jenis barang bukti yang berhasil diamankan. Menurutnya, seluruh barang bukti yang dikumpulkan dari lokasi harus melalui pengujian mendalam terlebih dahulu oleh Tim Puslabfor Polri.

Baca Juga :  Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima

“Ada beberapa [barang bukti] ya. Nanti sama Humas ya, sama Humas. Biar Humas yang jelaskan,” tambah Robby menuturkan bahwa rilis resmi akan disampaikan langsung melalui Divisi Humas.

Tim Puslabfor Angkut Sejumlah Barang Bukti dari Klinik Mordent

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, tim penyidik mulai membuka garis polisi yang melingkari pagar Klinik Mordent pada siang hari. Sejumlah personel Puslabfor Polri masuk ke dalam area klinik lengkap dengan berbagai peralatan pemeriksaan forensik.

Olah TKP yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut menghasilkan beberapa sampel barang bukti. Petugas terlihat membawa:

  • Sebuah kotak hitam.

  • Bantal lengkap dengan sprei berwarna hijau.

  • Beberapa barang berukuran kecil yang dikemas rapat di dalam plastik bening.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Seluruh barang bukti tersebut dibawa menggunakan mobil operasional forensik guna menjalani analisis laboratorium mendalam demi mengungkap penyebab pasti kematian korban. Suasana di sekitar area klinik sendiri tampak sepi dan tertutup rapat selama proses investigasi berlangsung.

Kronologi Singkat Penemuan Korban

Kasus ini bermula ketika korban, Sutrimo, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di area halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru. Nyawa korban tidak tertolong setelah sempat dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat ini, tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan masih terus mengumpulkan bukti-bukti digital, hasil forensik, serta keterangan saksi demi merangkai kronologi utuh dari insiden tersebut. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK
Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia
Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan
HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran
KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:46 WIB

HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Berita Terbaru