1TULAH.COM-Dua warga negara asing (WNA) asal Belanda, Joost Storms dan Hidde van Vliet, dilaporkan langsung melarikan diri meninggalkan Indonesia usai terseret pusaran kasus dugaan diskriminasi warga lokal pada sebuah acara olahraga di Bali.
Menanggapi tindakan tersebut, otoritas imigrasi Indonesia mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi penangkalan atau larangan masuk kembali (cekal) ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penyelidikan mendalam kini terus berjalan untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum dan norma sosial yang melibatkan kedua WNA tersebut.
Duduk Perkara Kontroversi Silent Disco Run Komunitas Entourage
Kasus ini memicu gelombang kritik publik setelah muncul laporan bahwa warga lokal atau warga negara Indonesia (WNI) dilarang ikut serta dalam kegiatan Silent Disco Run. Event olahraga kasual ini digelar oleh Entourage, sebuah komunitas khusus yang didirikan oleh Joost dan Hidde.
Sikap diskriminatif yang membatasi partisipasi warga lokal di tanah air sendiri dinilai melukai perasaan publik dan melanggar aturan tata krama pariwisata.
Meskipun kedua tersangka diketahui telah angkat kaki dari Pulau Dewata menuju luar negeri sebelum penindakan fisik dilakukan, Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan proses hukum tetap diproses secara serius.
Dirjen Imigrasi: Pelanggaran Kedaulatan, Seperti Negara dalam Negara
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, memberikan pernyataan keras atas insiden yang mencoreng citra pariwisata ramah di Bali tersebut. Pihaknya menegaskan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap warga asing yang berbuat ulah atau bersikap diskriminatif.
“Jika ada warga asing terlibat, mereka harus segera ditangkap,” tegas Hendarsam dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Hendarsam menyentil tindakan komunal eksklusif yang dijalankan oleh kelompok tersebut sebagai bentuk tindakan yang merendahkan hukum domestik.
“Ini seperti menciptakan negara dalam negara,” tambahnya mendeskripsikan tindakan yang dinilai melanggar kedaulatan aturan di Indonesia.
Latar Belakang Pelaku: Expat Digital Nomad di Bali
Sebelum memicu kontroversi, Joost Storms dan Hidde van Vliet dikenal cukup aktif membangun jaringan komunitas eksklusif bagi para pekerja jarak jauh (digital nomad) di kawasan Bali.
Berdasarkan penelusuran dari laporan Business Insider, Hidde van Vliet awalnya merupakan seorang profesional yang meninggalkan karier mapan di Eropa demi berburu gaya hidup ekspatriat di destinasi eksotis. Hidde sempat menduduki posisi General Manager di sebuah perusahaan logistik industri yang berpusat dari Amsterdam hingga Malta pada 2023.
Kendati sukses secara finansial dan posisi pekerjaan, Hidde mengaku mengalami kejenuhan sosial dan spiritual di Eropa.
“Di atas kertas, itu terlihat seperti kemajuan. Tapi sebenarnya, itu tanda pertama bahwa hidup yang saya jalani tidak lagi cocok,” ungkap Hidde.
Setelah sempat singgah di Afrika Selatan, ia akhirnya memutuskan menetap di Bali untuk mendirikan komunitas pekerja remote. Sayangnya, wadah komunitas yang ia bangun bersama Joost justru berakhir tersandung kasus hukum akibat praktik diskriminasi terhadap masyarakat lokal tempat mereka menumpang tinggal. (Sumber:Suara.com)

![Penggagas Entourage Bali yang Diskriminasi WNI Suka Pindah-pindah Negara Gegara Ini [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/bule-londo-360x200.jpg)




![Penggagas Entourage Bali yang Diskriminasi WNI Suka Pindah-pindah Negara Gegara Ini [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/bule-londo-225x129.jpg)
![Presiden Prabowo Subianto duduk semeja bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri resepsi pernikahan putra Garibaldi Thohir di Jakarta, Minggu (26/7/2026). [instagram Prabowo]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/prabowo-jokowi-sby-225x129.jpg)







![Presiden Prabowo Subianto duduk semeja bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri resepsi pernikahan putra Garibaldi Thohir di Jakarta, Minggu (26/7/2026). [instagram Prabowo]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/prabowo-jokowi-sby-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

