Kritik Keras Komisi I DPR Soal Pembubaran Film Pesta Babi: Itu Hak Konstitusional Warga!

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin. [Suara.com/Dea]

Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin. [Suara.com/Dea]

1TULAH.COM-Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, memberikan kritik pedas terhadap tindakan Dandim 1501/Ternate yang membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul Pesta Babi di Kota Ternate, Maluku Utara.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, tindakan represif tersebut tidak hanya melampaui wewenang TNI, tetapi juga berpotensi menabrak konstitusi negara demokrasi Indonesia.

Pelanggaran Pasal 28F UUD 1945

TB Hasanuddin menegaskan bahwa hak warga negara untuk mendapatkan informasi telah dijamin secara konstitusional. Ia merujuk langsung pada Pasal 28F UUD 1945 yang memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi.

“Pasal 28F UUD RI 1945 menjamin hak asasi setiap orang untuk berkomunikasi, mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi. Pembubaran kegiatan nobar tersebut bertentangan dengan semangat pasal itu,” ujar TB Hasanuddin, Senin (11/5/2026).

Baca Juga :  Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Ia menambahkan bahwa selama sebuah karya seni atau diskusi tidak terbukti melanggar hukum secara legal, negara—terutama aparat keamanan—wajib melindungi ruang tersebut.

Melampaui Tupoksi dan UU TNI

Sebagai purnawirawan jenderal TNI, TB Hasanuddin mengingatkan bahwa tugas TNI telah dibatasi oleh aturan yang ketat, terutama dalam skema Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2025 (Perubahan UU TNI), tidak ada klausul yang memberikan wewenang kepada TNI untuk membubarkan diskusi publik atau pemutaran film secara sepihak.

Poin Utama Kritik TB Hasanuddin:

  • Bukan Wewenang TNI: Pembubaran massa atau gangguan keamanan merupakan ranah Kepolisian (Polri). TNI seharusnya berkoordinasi, bukan bertindak langsung.

  • Adu Argumen, Bukan Represi: Jika isi film dianggap provokatif, maka cara melawannya adalah dengan data dan argumentasi, bukan pembubaran paksa.

  • Pentingnya Transparansi: Insiden ini dianggap sebagai dampak dari minimnya sosialisasi pemerintah terkait proyek strategis yang menjadi latar belakang film tersebut.

Baca Juga :  9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Urgensi Komunikasi Publik dan Sosialisasi Pemerintah

TB Hasanuddin menilai polemik film Pesta Babi ini menjadi cermin bagi pemerintah agar lebih transparan dalam mengelola proyek besar yang bersentuhan langsung dengan ruang hidup masyarakat.

“Ini konsekuensi apabila pemerintah kurang melakukan sosialisasi dan kurang melibatkan masyarakat sejak awal. Proyek besar harus dibicarakan secara terbuka agar tidak muncul resistensi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kodim 1501/Ternate belum memberikan pernyataan resmi lanjutan terkait alasan spesifik pembubaran yang memicu sorotan nasional tersebut. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Berita Terbaru