Gugat Legitimasi Paus Leo XIV, Donald Trump Picu Kemarahan Internasional dan Kecaman Iran

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masoud Pezeshkian (Iranian Presidency/dpa)

Masoud Pezeshkian (Iranian Presidency/dpa)

1TULAH.COM-Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kini merambah ke ranah religi dan etika digital. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara terbuka melayangkan kritik tajam terhadap mantan Presiden AS, Donald Trump, menyusul serangkaian serangan verbal Trump terhadap pemimpin umat Katolik dunia, Paus Leo XIV.

Dalam sebuah pernyataan resmi melalui platform X (sebelumnya Twitter), Pezeshkian tidak hanya membela Paus, tetapi juga mengecam aksi Trump yang dianggap menistakan simbol agama Kristen melalui teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pembelaan Iran terhadap Paus Leo XIV dan Yesus

Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa penghormatan terhadap tokoh agama adalah prinsip yang dipegang teguh oleh bangsa Iran. Sebagai negara dengan mayoritas Muslim yang memuliakan Yesus (Nabi Isa AS) sebagai nabi pembawa perdamaian, Iran merasa perlu bersuara atas narasi yang dibangun oleh Trump.

“Saya mengecam penghinaan terhadap Yang Mulia (Paus Leo XIV) atas nama bangsa Iran, dan menegaskan bahwa penistaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka,” tulis Pezeshkian sebagaimana dilansir dari Tasnim News.

Baca Juga :  Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin

Langkah Pezeshkian ini dinilai sebagai upaya memperkuat citra Iran sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama di kancah internasional.

Kontroversi Foto AI: “Yesus” atau “Dokter”?

Pemicu utama kemarahan publik internasional adalah unggahan foto hasil rekayasa AI oleh Donald Trump. Foto tersebut menampilkan sosok yang menyerupai Yesus, namun dengan fitur wajah yang identik dengan Trump. Pezeshkian menilai hal ini sebagai bentuk penghinaan terhadap agama Kristen.

Menanggapi gelombang kritik tersebut, Trump memberikan pembelaan yang unik. Kepada New York Times, ia membantah sengaja menggambarkan dirinya sebagai sosok suci.

  • Dalih Trump: “Saya pikir itu saya sebagai dokter,” ujarnya singkat.

  • Tudingan Media Palsu: Trump menyebut reaksi publik yang meledak sebagai ulah “media palsu” yang membesar-besarkan masalah.

  • Alasan Penghapusan: Meski akhirnya menghapus unggahan tersebut, Trump berdalih itu dilakukan hanya untuk menghindari kesalahpahaman, bukan karena merasa bersalah.

Akar Konflik: Sikap Anti-Perang Paus Leo XIV

Perseteruan antara Trump dan Vatikan sebenarnya bermula dari substansi kebijakan politik. Paus Leo XIV dikenal sangat vokal menyuarakan sikap anti-perang, termasuk dalam konteks ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran.

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU

Donald Trump, yang merasa sikap Paus tersebut menyudutkan posisinya, melontarkan kritik keras terhadap otoritas kepausan. Berikut adalah poin-poin ketegangan antara keduanya:

  1. Kritik terhadap Kebijakan: Trump keberatan dengan intervensi moral Paus dalam urusan konflik militer.

  2. Gugatan Legitimasi: Trump sempat mempertanyakan proses terpilihnya Paus Leo XIV, sebuah langkah yang memicu kecaman luas dari komunitas global.

  3. Tanpa Penyesalan: Di tengah tekanan dunia, Trump menegaskan tidak akan meminta maaf. “Tidak ada yang perlu disesali. Dia yang salah,” tegasnya.

Dampak Diplomasi Global

Intervensi Presiden Pezeshkian dalam perselisihan antara Trump dan Vatikan menandai babak baru dalam diplomasi publik Iran. Dengan memosisikan diri sebagai pembela nilai-nilai religius universal, Pezeshkian mencoba menarik simpati dari dunia Barat, khususnya kalangan religius yang merasa terganggu dengan retorika Trump.

Hingga saat ini, pihak Vatikan belum memberikan respons resmi terkait pembelaan dari Teheran maupun serangan terbaru dari Donald Trump. Namun, insiden ini semakin memperlebar jarak antara kubu konservatif pendukung Trump dengan institusi keagamaan global. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS
Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan
Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU
Polisi Tetapkan 15 Pelaku Utama Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe
Diduga Langgar Etik, 3 Hakim Peradilan Militer Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilaporkan ke MA
Sule Diduga Jadi Sosok Host Senior yang Lempar Naskah ke Muka Tim Kreatif Ini Talkshow, Ini Pemicunya
10 Kapal Misi Gaza Dicegat Israel! Kemlu RI Pantau Keselamatan Relawan dan Jurnalis WNI
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WIB

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:47 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:37 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:21 WIB

Polisi Tetapkan 15 Pelaku Utama Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:31 WIB

Diduga Langgar Etik, 3 Hakim Peradilan Militer Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilaporkan ke MA

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:34 WIB

Sule Diduga Jadi Sosok Host Senior yang Lempar Naskah ke Muka Tim Kreatif Ini Talkshow, Ini Pemicunya

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:21 WIB

10 Kapal Misi Gaza Dicegat Israel! Kemlu RI Pantau Keselamatan Relawan dan Jurnalis WNI

Senin, 18 Mei 2026 - 14:06 WIB

Polisi Bekuk Dua Pelaku Dugaan Penyekapan di Jakarta

Berita Terbaru

Pep Guardiola, Manger Man City (sumber: suara.com)

Olahraga

Arsenal Juara Liga Inggris, Pep Guardiola Ucapkan Selamat

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:02 WIB