Percepat Rumah Rakyat, Menteri Maruarar Sirait Gandeng Astra Bangun 1.000 Unit Rusun

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto udara kompleks perumahan KPR subsidi di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (17/11/2025). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc]

Foto udara kompleks perumahan KPR subsidi di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (17/11/2025). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc]

1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus tancap gas dalam merealisasikan program hunian layak bagi masyarakat.

Melalui kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemerintah kini mengedepankan skema gotong royong lintas sektor untuk mempercepat pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa dukungan penuh dari Presiden Prabowo menjadi motor utama dalam percepatan program perumahan rakyat ini. Hal tersebut disampaikan usai melakukan rapat terbatas di Istana Kepresidenan.

“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden, dan ada dukungan luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat,” ujar pria yang akrab disapa Ara tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Optimalisasi Lahan BUMN di Lokasi Strategis

Salah satu strategi utama yang diusung Menteri Ara adalah pemanfaatan aset negara yang selama ini kurang optimal. Pemerintah memprioritaskan penggunaan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di lokasi strategis namun belum tergarap maksimal.

Baca Juga :  Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Fokus utama saat ini adalah lahan di bantaran rel kereta api yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dengan memanfaatkan lahan-lahan tersebut, diharapkan pembangunan hunian vertikal atau rumah susun dapat dilakukan di pusat-pusat aktivitas ekonomi, sehingga memudahkan mobilisasi masyarakat MBR.

Kolaborasi Sektor Swasta: Komitmen Astra Bangun 1.000 Unit

Selain mengandalkan aset negara, pemerintah juga membuka pintu lebar bagi sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Skema unik “Gotong Royong” ini mulai membuahkan hasil nyata.

Salah satu komitmen besar datang dari PT Astra, yang telah menyatakan kesiapannya untuk membangun 1.000 unit rumah susun. Dalam kolaborasi ini, pembagian peran dilakukan secara jelas:

  1. Pemerintah: Menyiapkan lahan strategis.

  2. Sektor Swasta (Astra): Bertanggung jawab sepenuhnya atas biaya dan proses pembangunan.

  3. Hibah ke Negara: Setelah selesai dibangun, aset tersebut akan diserahkan kepada negara untuk dikelola bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi, lahannya akan kami siapkan, kemudian yang membangun nanti Astra, dan setelah itu diserahkan kepada negara,” jelas Ara.

Baca Juga :  Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Skema Pembiayaan: Sinergi APBN, Danantara, dan Yayasan

Menteri Ara menekankan bahwa kunci dari keberhasilan program pembangunan perumahan secara masif dan berkelanjutan adalah sinergi. Ia menyebutkan bahwa sumber pendanaan tidak hanya terpaku pada satu pintu, melainkan melibatkan berbagai instrumen keuangan.

“Gotong royong terjadi, ada APBN, ada Danantara, juga ada swasta dan yayasan, agar bisa bekerja dengan cepat,” kata Ara.

Keterlibatan Badan Pengelola Investasi Danantara serta berbagai yayasan diharapkan mampu menutup celah pembiayaan yang selama ini menjadi kendala dalam program perumahan nasional. Dengan keterlibatan banyak pihak, target pembangunan jutaan rumah per tahun di masa pemerintahan Prabowo-Gibran optimis dapat tercapai lebih cepat.

Melalui langkah nyata ini, pemerintah berharap masalah backlog perumahan di Indonesia dapat teratasi secara bertahap, sekaligus memastikan bahwa rakyat kecil memiliki akses terhadap hunian yang layak, sehat, dan terjangkau. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru