Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Pasca Kasus Penembakan Remaja di Makassar

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penembakan dengan senjata api. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi penembakan dengan senjata api. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Kepolisian Republik Indonesia memastikan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan operasional, termasuk penggunaan senjata api oleh anggota.

Hal ini disampaikan menyusul kasus dugaan penembakan seorang remaja di Makassar oleh anggota Polsek Panakkukang berinisial Iptu N.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui proses analisa dan pengawasan di setiap tahapan kegiatan kepolisian.

Baca Juga :  Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Proses tersebut mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga setelah kegiatan berlangsung untuk memastikan prosedur berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana menegaskan pihaknya tetap memproses Iptu N terkait insiden yang menewaskan Bertrand Eka Prasetyo (18).

Peristiwa itu terjadi saat petugas berupaya membubarkan sekelompok pemuda yang bermain senjata mainan di Jalan Toddopuli Raya, Makassar, pada Minggu (1/3) pagi.

Baca Juga :  Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Dalam kejadian tersebut, Iptu N sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Namun saat korban mencoba melarikan diri dan terjadi aksi saling dorong, senjata yang masih dipegang petugas diduga meletus secara tidak sengaja dan mengenai bagian belakang tubuh korban.

Remaja tersebut sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru