Perang AS-Iran dan Rusia-Ukraina: Skenario Terburuk Kiamat Energi di Benua Biru

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selat Hormuz (Gemini AI)

Selat Hormuz (Gemini AI)

1TULAH.COM-Eropa kini berada di titik nadir keamanan energi. Bayang-bayang musim dingin tanpa kepastian pasokan membayangi Benua Biru setelah dua jalur nadi utama mereka mengalami kelumpuhan serentak.

Di timur, Pipa Druzhba yang membelah Ukraina hancur akibat serangan udara, sementara di selatan, eskalasi perang di Selat Hormuz menutup akses minyak global.

Geopolitik Energi: Terputusnya Nadi Dunia

Krisis ini dipicu oleh dua front konflik yang saling mengunci posisi Eropa:

  1. Eskalasi di Timur Tengah: Perang terbuka yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengganggu stabilitas pasokan migas secara masif. Blokade di Selat Hormuz—jalur bagi seperlima perdagangan minyak dunia—membuat kapal tanker tertahan dan produksi melambat.

  2. Sanksi dan Kerusakan di Rusia-Ukraina: Terputusnya pasokan gas Rusia akibat sanksi dan rusaknya infrastruktur pipa darat membuat ketergantungan pada sisa jalur yang ada, seperti Pipa Druzhba, menjadi sangat krusial.

Misteri Kerusakan Pipa Druzhba: Sabotase atau Perang?

Ukraina kini berada di bawah tekanan besar dari Uni Eropa (UE). Brussels mendesak Kyiv untuk segera mengizinkan inspeksi independen terhadap Pipa Druzhba yang menyalurkan minyak ke Hongaria dan Slovakia.

Muncul ketegangan diplomatik baru karena negara-negara penerima aliran minyak, khususnya Hongaria dan Slovakia, mencurigai adanya motif politik di balik penghentian operasional ini. Mereka menuduh Kyiv sengaja memutus aliran untuk menekan negara yang dianggap “pro-Kremlin”.

Baca Juga :  Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan

Sebaliknya, Kyiv bersikeras bahwa infrastruktur tersebut memang hancur total dan sangat berbahaya jika dipaksa beroperasi tanpa perbaikan menyeluruh.

Detail Teknis: “Kebakaran Seukuran Lapangan Sepak Bola”

Untuk menepis tuduhan sabotase politik, CEO Naftogaz, Sergii Koretskyi, membeberkan rincian teknis kehancuran yang terjadi akibat serangan Rusia pada Januari lalu.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari The Financial Times, berikut adalah poin-poin kerusakan utama:

  • Hancurnya Reservoir Raksasa: Serangan menghantam tangki penyimpanan minyak berkapasitas 75.000 meter kubik.

  • Durasi Pemadaman: Kebakaran hebat tersebut baru bisa dipadamkan setelah 10 hari berturut-turut.

  • Kerusakan Sistem Digital: Serangan tidak hanya merusak fisik pipa, tetapi juga menghancurkan sistem deteksi kebocoran, kabel listrik, dan transformator utama.

  • Skala Dampak: Koretskyi menggambarkan diameter kebakaran tersebut mencapai ukuran lapangan sepak bola, menjadikannya salah satu kebakaran reservoir minyak terbesar dalam sejarah Eropa.

“Sejumlah besar peralatan, kabel listrik, transformator, dan sistem deteksi kebocoran yang bertanggung jawab untuk penyegelan pipa mengalami kerusakan,” jelas Koretskyi.

Risiko Perbaikan di Tengah Medan Perang

Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa melakukan perbaikan saat ini hampir mustahil secara logistik. Tanpa adanya gencatan senjata, mengirim kru teknisi ke lokasi yang berpotensi menjadi target serangan susulan dianggap sebagai tindakan bunuh diri.

Baca Juga :  Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak

Selain risiko nyawa, keterbatasan suku cadang dan sumber daya teknis di tengah kecamuk perang membuat proses pembersihan area terdampak berjalan sangat lambat.

Dampak Global: Harga Energi Meroket

Sengketa Pipa Druzhba ini menjadi alarm bagi ekonomi global. Saat pasokan gas Rusia terputus dan akses ke migas Timur Tengah terhalang blokade Selat Hormuz, Pipa Druzhba seharusnya menjadi jalur alternatif terakhir.

Namun, dengan lumpuhnya jalur ini, Eropa kini menghadapi kenyataan pahit:

  • Inflasi Energi: Harga minyak dan gas dunia terus meroket menyusul konflik AS-Israel melawan Iran.

  • Ketidakstabilan Industri: Industri manufaktur di Eropa Tengah mulai merasakan dampak kekurangan bahan baku energi.

  • Keretakan Uni Eropa: Perbedaan pandangan antara Kyiv dan tetangganya (Hongaria/Slovakia) menguji solidaritas blok Eropa dalam menghadapi Rusia.

Lumpuhnya Pipa Druzhba bukan sekadar masalah teknis, melainkan cerminan betapa rapuhnya keamanan energi Eropa saat ini. Tanpa solusi diplomatik untuk mengamankan jalur distribusi darat dan laut, Benua Biru terancam menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan
DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator
KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran
Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul
Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Jepang Kirim Pasukan JSDF dan 3 Helikopter CH-47
Diikuti 264 Peserta, Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Sedot Antusiasme Warga Bartim
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:22 WIB

KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Jepang Kirim Pasukan JSDF dan 3 Helikopter CH-47

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Diikuti 264 Peserta, Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Sedot Antusiasme Warga Bartim

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:23 WIB

DPRD Kalteng Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penampung Hasil Usaha Warga

Berita Terbaru