1TULAH.COM, Palangka Raya – Karhutla Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta seluruh kekuatan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dioptimalkan, termasuk pengerahan armada udara melalui operasi water bombing untuk mempercepat pemadaman titik api yang sulit dijangkau dari darat.
Arahan tersebut disampaikan Agustiar saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (29 Agustus 2026).
Gubernur menekankan pentingnya memperkuat operasi water bombing untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat.
“Kekuatan yang kita miliki harus dimaksimalkan. Untuk titik-titik yang sulit dijangkau melalui darat, operasi water bombing harus dioptimalkan agar pemadaman bisa dilakukan lebih cepat,” tegas Agustiar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib melaporkan masih terdapat 15 titik kebakaran yang belum berhasil dipadamkan. Sementara itu, 10 titik yang sebelumnya menjadi lokasi dengan kondisi terparah telah berhasil ditangani.
Untuk mendukung pemadaman dari udara, sebanyak lima unit helikopter water bombing telah dikerahkan. Namun, saat ini hanya tiga unit yang masih aktif beroperasi, sedangkan dua unit lainnya dalam tahap perawatan atau menunggu suku cadang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Gubernur meminta armada udara yang tersedia diarahkan secara efektif ke lokasi prioritas agar setiap operasi dapat memberikan hasil maksimal.
“Kita harus melihat titik mana yang paling membutuhkan intervensi dari udara. Jangan sampai sumber daya yang ada tidak dimanfaatkan secara optimal. Semua harus diarahkan untuk mempercepat pemadaman,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Ahmad Toyib melaporkan terdapat 38.916 titik panas di Kalimantan Tengah. Luas lahan terbakar berdasarkan laporan daerah mencapai 60.028,77 hektare, sedangkan berdasarkan pantauan Sipongi tercatat 7.634,46 hektare.
Sementara itu, jumlah kejadian Karhutla yang tercatat mencapai 2.090 kejadian.
Penanganan Karhutla juga diperkuat dengan pengerahan 7.208 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan. Jumlah tersebut ditargetkan dapat dioptimalkan hingga 10.700 personel untuk memperkuat operasi pemadaman dari darat.
Selain pemadaman dari darat dan udara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus menjalankan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai bagian dari upaya penanganan Karhutla.
Sebanyak tiga periode TMC telah diselesaikan. Sementara itu, periode keempat berlangsung sejak 26 Agustus hingga 2 September 2026.
Gubernur meminta operasi pemadaman difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerawanan dan dampak paling tinggi, di antaranya Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Timur khususnya Sampit, Katingan, dan Seruyan.
Agustiar menegaskan operasi water bombing tidak boleh berjalan sendiri. Pemadaman dari udara harus terintegrasi dengan pasukan di lapangan agar titik api yang telah ditekan dari udara dapat segera ditindaklanjuti oleh tim darat.
“Water bombing bukan berdiri sendiri. Harus terintegrasi dengan tim di darat. Setelah api ditekan dari udara, pasukan di lapangan harus memastikan titik tersebut benar-benar aman dan tidak muncul kembali,” kata Agustiar.
Menurutnya, koordinasi antara tim udara dan pasukan darat menjadi kunci agar pemadaman dapat berlangsung efektif dan mencegah api kembali muncul.
Gubernur juga meminta penanganan Karhutla dibarengi dengan perlindungan masyarakat, khususnya warga di wilayah yang kualitas udaranya terdampak kabut asap.
Instansi terkait diminta memastikan keberadaan posko terpadu dan dapur umum, sekaligus menyalurkan kebutuhan masyarakat seperti air bersih, vitamin, dan masker, serta menyediakan fasilitas oksigen bagi warga yang membutuhkan.
“Kita tidak hanya mengejar api padam, tetapi juga memastikan masyarakat terlindungi. Penanganan harus cepat, terpadu, dan menyentuh langsung kebutuhan warga,” pungkasnya.
Untuk mendukung operasi penanganan Karhutla, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mengoptimalkan penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT), termasuk untuk mendukung operasional 28 Satgas TNI/Polri dan 79 Satgas BPBD.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, serta para kepala perangkat daerah terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Penulis : Hewu
Editor : Apri

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)





















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

