Kalteng Dapat Dukungan Helikopter Black Hawk untuk Perkuat Operasi Water Bombing Karhutla

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyampaikan perkembangan dukungan armada udara dalam penanganan karhutla saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (29/8/26).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyampaikan perkembangan dukungan armada udara dalam penanganan karhutla saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (29/8/26).

1TULAH.COM, Palangka Raya – Kalimantan Tengah mendapat dukungan helikopter Black Hawk untuk memperkuat operasi water bombing dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan armada udara tersebut menjadi tambahan kekuatan pemadaman di tengah kondisi kemarau yang masih berisiko di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (29 Agustus 2026).

Menurut Ahmad, dukungan helikopter Black Hawk merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas operasi pemadaman dari udara. Namun, armada tersebut saat ini belum dapat dioperasikan karena mengalami kerusakan mesin dan masih menunggu kedatangan suku cadang dari luar negeri.

“Black Hawk ini merupakan salah satu dukungan untuk memperkuat operasi water bombing. Saat ini memang belum operasional karena mengalami kerusakan mesin dan masih menunggu suku cadang,” ujar Ahmad.

Ia menjelaskan, proses pengadaan suku cadang membutuhkan waktu karena helikopter Black Hawk menggunakan spesifikasi militer Amerika Serikat. Pemenuhan kebutuhan teknis tersebut harus melalui sejumlah prosedur dan perizinan.

Baca Juga :  Hari Santri 2026, Pemprov Kalteng Perkuat Doa dan Bantuan untuk Penanganan Karhutla

“Spesifikasi Black Hawk ini merupakan spesifikasi militer, sehingga untuk mendatangkan suku cadangnya ada proses perizinan yang harus dipenuhi. Ini yang menyebabkan perbaikannya membutuhkan waktu,” jelasnya.

Sambil menunggu Black Hawk dapat kembali beroperasi, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah saat ini mengoperasikan empat helikopter water bombing. Armada tersebut diarahkan ke titik-titik strategis yang menjadi prioritas penanganan, termasuk kawasan Center of Gravity di Palangka Raya.

“Operasi water bombing saat ini kita arahkan terutama untuk mengamankan Center of Gravity di Palangka Raya, sehingga dampak karhutla tidak sampai mengganggu operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut,” katanya.

Selain armada pemadam, Satgas Udara BPBD Provinsi Kalimantan Tengah juga mengoperasikan dua helikopter patroli, satu helikopter untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta satu pesawat Casa 212 guna mendukung pelaksanaan OMC.

Kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indeks El Nino berada pada angka 2,99. Puncak kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September, sementara peningkatan curah hujan diharapkan mulai terjadi pada Oktober.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Koordinasi Jaga Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat

Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menghasilkan kabut asap dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut juga dapat menurunkan jarak pandang hingga sekitar 300–500 meter.

Ahmad menegaskan, operasi pemadaman dari udara harus berjalan beriringan dengan penanganan di darat agar titik api yang telah ditekan dapat segera dikendalikan hingga benar-benar padam.

“Setiap operasi dari udara harus diikuti pergerakan pasukan di darat. Dengan begitu, titik api yang sudah ditekan dari udara dapat segera ditangani sampai benar-benar padam,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, serta para kepala perangkat daerah terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Hari Santri 2026, Pemprov Kalteng Perkuat Doa dan Bantuan untuk Penanganan Karhutla
Pemprov Kalteng Perkuat Koordinasi Jaga Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat
Pemprov Kalteng Salurkan 10 Juta Liter Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Karhutla
Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Pulang Pisau
Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Terdampak Karhutla di Pulang Pisau
Pemprov Kalteng Perkuat Reforma Agraria, 1.607 Hektare Lahan Berpotensi Jadi TORA
Pemprov Kalteng Perkuat Tata Kelola Pokir DPRD yang Transparan dan Akuntabel
Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan KHBS di Palangka Raya

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Hari Santri 2026, Pemprov Kalteng Perkuat Doa dan Bantuan untuk Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Koordinasi Jaga Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 10 Juta Liter Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Pulang Pisau

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan BLT KHBS bagi Warga Terdampak Karhutla di Pulang Pisau

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Reforma Agraria, 1.607 Hektare Lahan Berpotensi Jadi TORA

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Tata Kelola Pokir DPRD yang Transparan dan Akuntabel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1.000 Paket Bantuan Pangan dan KHBS di Palangka Raya

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB