Dewan Barut Hasrat Kritisi Harga Tiket Melambung serta Pelayanan Bandara HMS

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, Hasrat saat mengikuti rapat dengar pendapat atau RDP bersama perwakilan maskapai Lion Grup yang menaungi Wings Air dan manajemen Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, di ruang rapat gedung dewan setempat, Kamis, 19 Februari 2026. Foto: Ahya/kaltenglima.com

Anggota DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, Hasrat saat mengikuti rapat dengar pendapat atau RDP bersama perwakilan maskapai Lion Grup yang menaungi Wings Air dan manajemen Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, di ruang rapat gedung dewan setempat, Kamis, 19 Februari 2026. Foto: Ahya/kaltenglima.com

1TULAH.COM, Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, menggelar rapat dengar pendapat atau RDP bersama perwakilan maskapai Lion Grup yang menaungi Wings Air dan manajemen Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, di ruang rapat gedung dewan setempat, Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, anggota dewan Hasrat, mengkritisi beberapa permasalahan yang muncul pada Bandara HMS dan melambung mahalnya harga tiket pesawat Wings Air yang melayani rute Muara Teweh – Banjarmasin.

Dewan Hasrat menyinggung pelayanan kepada penumpang sering kali dirasa kurang dari pihak maskapai maupun pihak bandara.

“Kami terbiasa mendapat laporan adanya petugas marah-marah jika ada penumpang yang terlambat dan beberapa pelayanan kurang dari pihak pengelola bandara, seperti belum adanya ruang VIP di bandara,” katanya.

Dia mengungkapkan, salah satu isu yang menjadi perhatian pihak pengguna jasa akomodasi udara adalah harga tiket pesawat yang kini melonjak drastis untuk rute HMS-BDJ, sudah mencapai Rp 1,8 juta.

Baca Juga :  Hari Kesaktian Pancasila 2026: Legislator Kalteng Ajak Perkuat Falsafah Huma Betang

“Ini ada apa, kenapa bisa lonjakannya sebesar itu, sebelumnya hanya di angka Rp 800 ribu. Padahal jarak kita ke Banjarmasin hanya menempuh waktu kurang lebih 45 menit,” ujarnya.

Apalagi, dewan asal PAN mengungkapkan jika Barut ini bukan menjadi tujuan destinasi wisata seperti pulau Bali, ataupun pulau Jawa.

“Kalau kita seperti Bali sah-sah saja tiket pesawat dirasa mahal karena bisa mendorong pendapatan asli daerah juga, tetapi saat ini situasi itu beda. Masyarakat Barito Utara yang ingin menggunakan transportasi udara di Bandara HMS tentu merasa berat dengan kondisi ini,” ungkap Hasrat.

Sementara, Communication Strategy Lion Grup, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan jika pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada penumpang.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dukung Rencana Gubernur Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla 30 Hari

“Menjawab terkait pelayanan, sebenarnya kami sudah menggunakan bermacam skema. Contoh saja jika dari petugas kami memang pemarah, maka kami tidak menempatkannya di front bersentuhan dengan penumpang, bisa saja kami menugaskan di bagian bagasi,” jelas Danang.

Tak hanya itu, dia mengatakan skema-skema pelayanan ini memang terdengar unik. Tetapi ini lah cara pihaknya dalam meningkatkan pelayanan agar masyarakat sebagai pengguna jasa maskapai Wings Air tetap nyaman.

Terkait dengan harga tiket pesawat, Danang menjelaskan sebenarnya saat ini maskapai kesulitan karena adanya lonjakan harga dari avtur sebagai bahan bakar pesawat.

“Kami tetap seoptimal mungkin memberikan yang terbaik kepada pelanggan kami. Namun, terkait dengan harga tiket, saat ini kami masih mendapat kendala karena adanya kenaikan harga dolar yang berpengaruh juga kepada harga avtur,” terangnya.

Editor: Aprie

Berita Terkait

DPRD Kalteng Minta Program Pasar Murah Diperluas ke Seluruh Kabupaten
DPRD Kalteng Dukung Rencana Gubernur Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla 30 Hari
Hari Kesaktian Pancasila 2026: Legislator Kalteng Ajak Perkuat Falsafah Huma Betang
DPRD Kalteng Tetapkan Renja 2027 dan Sahkan Raperda Perubahan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna ke-8
Angka Kemiskinan Kalteng Capai 5,09 Persen, DPRD Minta APBD 2027 Fokus Pengentasan dan Tepat Sasaran
DPRD Kalteng Dorong Hasil Usaha Udang Vaname Sukamara Masuk Kas Daerah untuk Tambah PAD
DPRD Kalteng Dukung Pembukaan Rekening Bansos, Purdiono: Pemberdayaan Ekonomi Jauh Lebih Penting
Soroti Kesenjangan Infrastruktur, DPRD Kalteng sebut 61 Persen Jalan Kabupaten/Kota Belum Mantap

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:39 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Pasar Murah Diperluas ke Seluruh Kabupaten

Selasa, 6 Oktober 2026 - 04:08 WIB

DPRD Kalteng Dukung Rencana Gubernur Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla 30 Hari

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Hari Kesaktian Pancasila 2026: Legislator Kalteng Ajak Perkuat Falsafah Huma Betang

Rabu, 30 September 2026 - 14:05 WIB

DPRD Kalteng Tetapkan Renja 2027 dan Sahkan Raperda Perubahan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna ke-8

Rabu, 30 September 2026 - 04:37 WIB

Angka Kemiskinan Kalteng Capai 5,09 Persen, DPRD Minta APBD 2027 Fokus Pengentasan dan Tepat Sasaran

Selasa, 29 September 2026 - 04:32 WIB

DPRD Kalteng Dorong Hasil Usaha Udang Vaname Sukamara Masuk Kas Daerah untuk Tambah PAD

Senin, 28 September 2026 - 06:53 WIB

DPRD Kalteng Dukung Pembukaan Rekening Bansos, Purdiono: Pemberdayaan Ekonomi Jauh Lebih Penting

Sabtu, 26 September 2026 - 05:15 WIB

Soroti Kesenjangan Infrastruktur, DPRD Kalteng sebut 61 Persen Jalan Kabupaten/Kota Belum Mantap

Berita Terbaru