Komisi I DPRD Kalteng Minta Sinergi Tangani Karhutla di Konsesi PT Adaro, Walhi Catat Ratusan Hotspot!

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalteng Purdiono.Foto:Dok/1tulah.com

Anggota DPRD Kalteng Purdiono.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menjadi sorotan tajam. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Purdiono, mengimbau seluruh pihak terkait untuk merapatkan barisan dan segera bergerak melakukan pemadaman titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Barito, khususnya di area konsesi milik PT Adaro Indonesia.

Purdiono menegaskan bahwa upaya menekan angka karhutla di kawasan operasional perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dan tanggung jawab penuh dari pemegang izin konsesi.

“Itu area wilayah perusahaan, saya berharap segera dilakukan pemadaman oleh pihak terkait, termasuk perusahaan yang wilayah guna usahanya ada di situ,” tegas Purdiono, Jumat (7/8/2026).

Mendorong Sinergi Antar-Instansi dan Pengawasan Lapangan

Guna mencegah penyebaran api yang lebih luas, Purdiono mendorong hadirnya kolaborasi solid antara:

  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

  • Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar)

  • Masyarakat Peduli Api (MPA)

  • Tim Satgas Perusahaan

Baca Juga :  Putusan Akhir Sidang PHPU 2026: MK Tegaskan Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

Dari sisi legislatif, DPRD Kalteng berkomitmen memberikan dukungan penuh, terutama dalam aspek penganggaran penanganan bencana musiman ini.

Bertepatan dengan agenda kunjungan kerja ke Barito Timur sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Barito Timur, Purdiono memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan personel serta infrastruktur pemadaman di daerah.

Selain menyasar korporasi, ia juga mengimbau masyarakat luas untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Minta Publik Tak Terburu-buru Mengambil Kesimpulan

Meski lonjakan titik panas terdeteksi di area konsesi, Purdiono mengimbau publik agar tidak terburu-buru menyimpulkan adanya unsur kesengajaan dari pihak perusahaan. Saat ditanya mengenai potensi sanksi, ia menyuarakan pandangan optimis bahwa insiden tersebut kemungkinan besar terjadi tanpa faktor kesengajaan.

“Saya yakin tidak begitu. Sekarang ini, saya pikir kebakaran itu mungkin saja terjadi secara tidak sengaja,” pungkasnya.

Catatan Walhi: Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Konsesi Korporasi

Pernyataan DPRD Kalteng ini beririsan dengan rilis data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Berdasarkan hasil pemantauan lingkungan sepanjang 1 Januari hingga 27 Juli 2026, Walhi mencatat mayoritas hotspot di Pulau Kalimantan justru berada di dalam area konsesi perusahaan.

Baca Juga :  HUT TNI ke-81, Polres Murung Raya Perkuat Sinergi Bersama Yonif TP 883

Salah satu yang disorot adalah konsesi milik PT Adaro Indonesia, yang terdeteksi menyumbang hingga 355 titik panas.

Ringkasan Data Pemantauan Walhi (1 Jan - 27 Jul 2026):
------------------------------------------------------
• Total Hotspot Indonesia : 118.420 titik
• Indikasi Luas Kebakaran  : 107.649 hektare
• Hotspot PT Adaro         : 355 titik

Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Janang Firman Palanungkai, menilai maraknya titik panas di area perusahaan menjadi indikator masih lemahnya tata kelola sumber daya alam dan fungsi pengawasan terhadap kawasan konsesi.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Tengah untuk memperketat efektivitas mitigasi bencana sebelum dampak asap merugikan kesehatan dan perekonomian masyarakat secara lebih luas. (Ingkit)

Berita Terkait

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Berita Terbaru