Pasca-Gempa Magnitudo 7,7 Flores: Waspada Informasi Hoaks dan Pahami Arahan Resmi BMKG

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta BMKG menunjukkan gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian dinyatakan telah berakhir. (ANTARA/HO-BMKG NTT)

Peta BMKG menunjukkan gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian dinyatakan telah berakhir. (ANTARA/HO-BMKG NTT)

1TULAH.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Timur (NTT) membantah keras kabar burung yang beredar di media sosial mengenai dugaan gempa susulan berkekuatan besar yang diprediksi terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 09.00 WITA. Informasi yang sempat memicu kepanikan warga tersebut dipastikan sepenuhnya hoaks dan tidak memiliki dasar ilmiah.

Klarifikasi BMKG: Gempa Bumi Belum Bisa Diprediksi

Menanggapi kepanikan masyarakat akibat narasi palsu tersebut, Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, memberikan penegasan resmi.

“Informasi tersebut tidak benar atau hoaks,” tegas Arief Tyastama.

Arief menjelaskan bahwa hingga saat ini, belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu, lokasi, maupun kekuatan gempa bumi secara akurat sebelum peristiwa terjadi.

Teknologi geofisika saat ini berfungsi untuk:

  • Mendeteksi gempa secara cepat sesaat setelah guncangan terjadi.

  • Menentukan parameter utama, seperti besaran magnitudo, kedalaman, dan titik koordinat episenter.

  • Menganalisis potensi tsunami berdasarkan parameter gempa yang tercatat.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

Oleh karena itu, pesan berantai atau klaim di media sosial yang menyebutkan akan terjadi gempa besar pada jam dan tanggal tertentu dipastikan murni kabar bohong.

Dampak Gempa M 7,7 Flores: Korban Jiwa dan Peringatan Tsunami yang Telah Dicabut

Isu hoaks ini marak beredar tidak lama setelah wilayah Flores, NTT, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan utama Magnitudo 7,7 (setelah pembaruan parameter dari data awal M 7,0) yang berpusat di sekitar wilayah Nagekeo.

Guncangan dahsyat ini berdampak luas hingga ke Flores, Sumba, Adonara, Solor, Bima (NTB), hingga sebagian wilayah Sulawesi Selatan. Pasca-gempa utama, tercatat beberapa gempa susulan yang signifikan, di antaranya berkekuatan M 6,2 pada pukul 05.13 WIB dan M 6,2 pada pukul 05.28 WIB.

Update Dampak Gempa & Evakuasi Tim SAR:

  • Dampak Kerusakan: Bangunan di kawasan Pelabuhan Lauren Say (El Say), Kabupaten Sikka, mengalami kerusakan mendasar dan beberapa bangunan roboh.

  • Korban Jiwa: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data dua orang meninggal dunia di area Pelabuhan El Say, Maumere, serta satu warga mengalami luka-luka. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan BPBD terus memperluas penyisiran hingga ke Kabupaten Nagekeo.

  • Status Tsunami: BMKG sempat mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk pesisir Ngada bagian utara. Namun, peringatan dini tsunami saat ini telah resmi dicabut dan dinyatakan berakhir.

Baca Juga :  Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Imbauan Penting untuk Masyarakat

BMKG dan BNPB mengimbau warga di wilayah terdampak NTT maupun NTB agar tetap tenang dan tidak panik, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi keberadaannya.

Untuk menghindari simpang siur informasi, masyarakat diminta hanya mengacu pada saluran resmi BMKG:

  1. Website resmi BMKG (bmkg.go.id)

  2. Akun media sosial terverifikasi: @infoBMKG

  3. Aplikasi mobile resmi: Info BMKG

Warga juga diimbau untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan awal serta selalu mengikuti arahan petugas penanggulangan bencana di lapangan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah
Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya
Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Berita Terbaru