Vatikan Pilih Jalur PBB, Tolak Undangan Donald Trump Bergabung Board of Peace Gaza

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vatikan menolak bergabung ke dalam Board of Peace bentukan Donald Trump. Foto: Warga Palestina membawa beberapa barang yang diselamatkan ketika mereka menuju kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Jumat (30/5/2024). [Omar AL-QATTAA / AFP]

Vatikan menolak bergabung ke dalam Board of Peace bentukan Donald Trump. Foto: Warga Palestina membawa beberapa barang yang diselamatkan ketika mereka menuju kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Jumat (30/5/2024). [Omar AL-QATTAA / AFP]

1TULAH.COM-Takhta Suci Vatikan secara resmi menyatakan tidak akan bergabung dengan Board of Peace (BOP), sebuah lembaga pengawas pemerintahan sementara di Jalur Gaza yang diinisiasi dan dipimpin oleh Donald Trump. Keputusan ini memperpanjang daftar entitas global yang enggan terlibat dalam badan tersebut.

Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menegaskan sikap tersebut pada Selasa (17/2/2026).

Ia menyatakan bahwa sifat unik dari BOP menjadi alasan utama mengapa Vatikan memilih untuk tetap berada di luar struktur organisasi tersebut.

Kritik Terhadap Struktur yang Tidak Lazim

Vatikan sebelumnya menerima undangan resmi untuk bergabung pada Januari lalu. Namun, setelah melakukan pertimbangan mendalam menjelang pertemuan perdana BOP di Washington DC pada 19 Februari mendatang, pihak Vatikan memutuskan untuk menolak.

“Vatikan tidak akan berpartisipasi di Board of Peace karena sifatnya yang unik, yang jelas-jelas beroperasi tidak seperti organisasi antarnegara lainnya,” ujar Kardinal Parolin.

Menurut Parolin, salah satu poin keberatan fundamental adalah terkait peran lembaga internasional yang sudah ada. Vatikan berpandangan bahwa penanganan krisis global, terutama di wilayah konflik seperti Gaza, seharusnya tetap berada di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga :  Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

“Salah satu keberatan kami adalah di level internasional seharusnya PBB yang mengelola situasi krisis. Ini adalah poin utama yang kami tekankan,” lanjutnya.

Gelombang Penolakan dari Negara Barat

Langkah Vatikan ini senada dengan sikap sejumlah negara besar lainnya. Tercatat, negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Norwegia, hingga Swedia telah menyatakan penolakan mereka terhadap BOP.

Sementara itu, Italia dan Uni Eropa mengambil jalan tengah dengan hanya mengirimkan pemantau dalam pertemuan di Washington nanti.

Board of Peace sendiri dirancang oleh Donald Trump tidak hanya untuk mengurus persoalan di Gaza, tetapi juga diproyeksikan untuk menangani berbagai konflik global lainnya di masa depan.

Kontroversi: Struktur Kolonial dan Tanpa Palestina

BOP menuai kritik tajam dari berbagai analis politik dan aktivis kemanusiaan. Kritik utama tertuju pada komposisi keanggotaan yang dianggap berat sebelah; Israel tercatat sebagai salah satu anggota, namun Pemerintah Palestina sama sekali tidak dilibatkan.

Kondisi ini membuat banyak pihak menilai struktur BOP menyerupai sistem administrasi kolonial di masa lalu, di mana nasib suatu bangsa ditentukan oleh pihak luar tanpa melibatkan perwakilan sah dari bangsa yang bersangkutan.

Baca Juga :  MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Krisis Kemanusiaan yang Terus Berlanjut

Di saat pembahasan mengenai pembentukan BOP terus bergulir, situasi di lapangan masih mencekam. Israel dilaporkan tetap melancarkan serangan terhadap warga Palestina, baik di Jalur Gaza maupun di Tepi Barat.

Data menunjukkan dampak mengerikan dari konflik yang meletus sejak Oktober 2023 ini:

  • Korban Jiwa: Lebih dari 73.000 warga Palestina dan sekitar 2.000 warga Israel tewas.

  • Krisis Pengungsi: Jutaan warga Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka.

  • Ancaman Kelaparan: Blokade militer memicu bencana kelaparan massal di kalangan warga sipil.

Sejumlah pakar hukum internasional dan badan-badan di bawah naungan PBB secara konsisten menyuarakan kekhawatiran mereka, bahkan sebagian besar sepakat bahwa tindakan Israel di Gaza memenuhi unsur genosida.

Penolakan Vatikan ini menambah tekanan diplomatik terhadap legitimasi Board of Peace sebagai solusi perdamaian di Timur Tengah. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB