Liga Champions Memanas! Vinicius Jr Jadi Korban Rasial di Laga Benfica vs Real Madrid, Protokol UEFA Aktif

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apa Itu Protokol Anti Rasisme yang Diaktifkan Saat Vinicius Jr Dihina Gianluca Prestianni? [Tangkap layar X]

Apa Itu Protokol Anti Rasisme yang Diaktifkan Saat Vinicius Jr Dihina Gianluca Prestianni? [Tangkap layar X]

1TULAH.COM-Dunia sepak bola kembali berduka akibat insiden diskriminasi. Bintang Real Madrid, Vinicius Junior, diduga kuat menjadi sasaran pelecehan rasial dalam laga play-off Liga Champions melawan Benfica yang berlangsung di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus rasisme yang menimpa pemain asal Brasil tersebut, sekaligus memicu diaktifkannya protokol anti-rasisme yang membuat pertandingan sempat terhenti lama.

Kronologi Insiden: Berawal dari Gol dan Selebrasi

Ketegangan bermula ketika babak kedua baru berjalan lima menit. Vinicius Junior mencetak gol pembuka yang spektakuler melalui sepakan melengkung ke pojok atas gawang Benfica.

Namun, selebrasi gol tersebut memicu reaksi keras dari para pemain Benfica. Wasit Francois Letexier bahkan memberikan kartu kuning kepada Vinicius karena menganggap selebrasinya berlebihan dan memprovokasi lawan.

Situasi memuncak saat pemain kembali ke tengah lapangan untuk melakukan kick-off. Vinicius terlibat perdebatan sengit dengan winger Benfica, Gianluca Prestianni. Dalam tayangan ulang, Prestianni terlihat berbicara kepada Vinicius sambil menutupi mulutnya dengan jersey—sebuah tindakan yang sering dicurigai sebagai cara untuk menyembunyikan ucapan dari kamera.

Baca Juga :  Detik-Detik Dede Sunandar Tumbang di Ring Tinju usai Kena Pukulan Telak Vicky Prasetyo

Laporan “Mono” kepada Wasit

Tak tinggal diam, Vinicius segera menghampiri wasit Letexier. Berdasarkan cuplikan video yang beredar, Vinicius tampak menjelaskan kepada wasit dengan menyebut kata “mono” (monyet dalam bahasa Spanyol), mengisyaratkan bahwa kata itulah yang diucapkan oleh Prestianni kepadanya.

Penerapan Protokol Anti-Rasisme UEFA

Merespons laporan serius tersebut, Francois Letexier langsung mengambil tindakan tegas dengan mengaktifkan protokol anti-rasisme. Pertandingan resmi dihentikan selama kurang lebih 10 menit.

Selama jeda tersebut, atmosfer stadion menjadi tegang:

  • Vinicius tampak emosional saat berdiskusi dengan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa.

  • Wasit berkoordinasi dengan delegasi pertandingan dan pelatih Benfica, Jose Mourinho.

  • Vinicius bahkan sempat duduk di bangku cadangan sebagai bentuk protes dan perlindungan mental sementara diskusi berlanjut.

Mengenal Prosedur Tiga Langkah (Three-Step Protocol) UEFA

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya prosedur resmi dalam menangani diskriminasi di lapangan hijau. Berdasarkan aturan UEFA, terdapat tiga tahapan utama untuk menangani rasisme:

1. Peringatan dan Pengumuman Stadion

Jika wasit menerima laporan atau mendengar adanya rasisme, langkah pertama adalah menghentikan laga sementara dan meminta pihak stadion mengumumkan bahwa tindakan rasis harus segera dihentikan.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

2. Penghentian Sementara & Masuk Ruang Ganti

Jika aksi rasis berlanjut (baik dari pemain maupun suporter), wasit akan menghentikan laga lebih lama. Seluruh pemain diperintahkan masuk ke ruang ganti sementara pihak otoritas melakukan diskusi keamanan.

3. Penghentian Permanen (Pembatalan Laga)

Apabila situasi tetap tidak terkendali setelah jeda kedua, wasit memiliki wewenang penuh untuk membatalkan pertandingan sepenuhnya. Kasus kemudian akan diserahkan ke komite disiplin untuk investigasi lebih lanjut.

Siapa yang Berhak Melapor?

Dalam protokol ini, pelaporan tidak hanya terbatas pada korban. Pihak yang bisa melaporkan dugaan rasisme adalah:

  • Pemain yang menjadi korban langsung atau saksi.

  • Wasit dan asisten wasit di lapangan.

  • Ofisial pertandingan dan Delegasi UEFA yang bertugas memantau stadion.

Hingga berita ini diturunkan, UEFA diharapkan segera merilis pernyataan resmi terkait investigasi terhadap Gianluca Prestianni.

Kasus ini kembali mempertegas bahwa perjuangan melawan rasisme di sepak bola masih jauh dari kata selesai. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat
Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital
Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Baterai EV dan 11 Proyek Industri di Maluku Utara
KPK Usut Laporan PCNU Sekadau Soal Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU
DPRD Kalteng Minta Program Pasar Murah Diperluas ke Seluruh Kabupaten
Usut Dana Hibah KPU, Kejari Mura Sita Sejumlah Dokumen
Ribuan Warga Antarkan Nadalsyah, Bupati Mura Heriyus Turut Hadir
Prabowo Buka Suara Soal Perlawanan Koruptur Saat Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Baterai EV dan 11 Proyek Industri di Maluku Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:48 WIB

KPK Usut Laporan PCNU Sekadau Soal Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Usut Dana Hibah KPU, Kejari Mura Sita Sejumlah Dokumen

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Ribuan Warga Antarkan Nadalsyah, Bupati Mura Heriyus Turut Hadir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Prabowo Buka Suara Soal Perlawanan Koruptur Saat Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:40 WIB

MK Tegaskan Tak Berwenang Diskualifikasi Gibran Rakabuming Raka dari Jabatan Wapres

Berita Terbaru