Rupiah Menguat ke Rp17.928 per Dolar AS, Harapan Damai Timur Tengah Jadi Sentimen Positif

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Antara]

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Antara]

1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil mencatatkan performa positif pada perdagangan akhir pekan, Jumat (12/6/2026). Mata uang Garuda sukses berbalik menguat dan merangsek masuk ke zona hijau setelah sempat tertekan pada hari-hari sebelumnya.

Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.928 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 60 poin atau sekitar 0,34 persen dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.988 per dolar AS.

Sentimen Global: Harapan Damai Trump dan Iran Dongkrak Rupiah

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa angin segar yang meniup mata uang garuda hari ini datang dari sentimen global, khususnya meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pernyataan terbaru dari Donald Trump mengenai potensi kesepakatan damai dengan Iran dinilai menjadi motor utama yang melemahkan keperkasaan dolar AS secara global.

Baca Juga :  Semifinal Piala Dunia 2026: Nico O'Reilly Siap Kawal Lionel Messi di Laga Hidup Mati Inggris vs Argentina

“Rupiah menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah menyusul pernyataan Trump bahwa kesepakatan dengan Iran akan terjadi dalam waktu dekat,” ujar Lukman saat dihubungi.

Pernyataan tersebut memberikan kelegaan bagi pasar keuangan global. Berkurangnya risiko konflik di Timur Tengah secara otomatis menurunkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS, sehingga memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk melakukan rebound.

Kewaspadaan Domestik: Aksi Demo di Bundaran HI Jadi Perhatian Pasar

Meski didukung oleh sentimen global yang positif, laju penguatan rupiah hari ini tetap dibayangi oleh faktor internal. Investor dan pelaku pasar tengah mencermati situasi kondusifitas dalam negeri terkait rencana aksi demonstrasi.

Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada hari ini.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Serahkan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus pada Peningkatan PAD dan Kesejahteraan Masyarakat

Menurut Lukman, faktor keamanan dan ketertiban di dalam negeri akan sangat memengaruhi pergerakan rupiah hingga penutupan pasar nanti. Jika aksi berjalan damai, rupiah diperkirakan mampu mempertahankan posisinya di zona hijau. Namun, risiko pembalikan arah tetap ada.

“Demo apabila ricuh, bisa menekan rupiah,” tandas Lukman.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Untuk perdagangan hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak fluktuatif namun tetap kompetitif. Lukman Leong memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak dalam rentang (range) Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS. (Sumber:Suara.com)

Ringkasan Pergerakan Kurs Rupiah (12 Juni 2026):

Indikator Nilai
Harga Pembukaan Rp17.928 per dolar AS
Posisi Sebelumnya Rp17.988 per dolar AS
Apresiasi +60 Poin (0,34%)
Estimasi Rentang Hari Ini Rp17.900 – Rp18.000

Berita Terkait

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Berita Terbaru