Namanya Disebut dalam Kasus Bea Cukai, Raffi Ahmad Akan Gelar Konferensi Pers

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Raffi Ahmad. Sumber foto : pmjnews.com

Raffi Ahmad. Sumber foto : pmjnews.com

1TULAH.COM – Pengacara Hotman Paris Hutapea menyatakan kliennya, Raffi Ahmad, akan menggelar konferensi pers pada Kamis (11/6) untuk memberikan penjelasan terkait munculnya namanya dalam penyidikan kasus dugaan korupsi impor barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Menurut Hotman, konferensi pers dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB dan akan menjadi kesempatan bagi Raffi Ahmad untuk menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai keterkaitannya dengan perkara yang saat ini ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nama Raffi Ahmad mencuat setelah disebut dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang melibatkan perusahaan kargo Blueray Cargo.

Baca Juga :  Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Dalam persidangan terungkap adanya informasi mengenai pengiriman sejumlah barang elektronik dari Amerika Serikat ke Indonesia melalui jaringan perusahaan tersebut.

KPK kemudian mengonfirmasi bahwa nama Raffi memang sempat muncul dalam proses penyidikan. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menyebut Raffi diketahui pernah menitipkan barang elektronik melalui Blueray Cargo saat berada di Amerika Serikat.

Meski demikian, KPK menegaskan informasi tersebut tidak dikembangkan lebih lanjut karena belum ditemukan fakta yang menguatkan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tindak pidana korupsi yang sedang disidik.

Oleh karena itu, hingga saat ini Raffi Ahmad belum pernah dipanggil atau diperiksa dalam perkara tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Serahkan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus pada Peningkatan PAD dan Kesejahteraan Masyarakat

Kasus yang ditangani KPK bermula dari operasi tangkap tangan pada Februari 2026 terkait dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan impor barang tiruan atau barang KW di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Sejumlah pejabat Bea Cukai serta pihak swasta, termasuk pemilik Blueray Cargo, telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum di pengadilan.

Melalui konferensi pers yang akan digelar, Raffi Ahmad diharapkan dapat memberikan klarifikasi langsung kepada publik terkait informasi yang berkembang dalam persidangan maupun penyidikan kasus tersebut.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Berita Terbaru