Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi…

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rupiah keok di hadapan dolar. [Antara]

Ilustrasi Rupiah keok di hadapan dolar. [Antara]

1TULAH.COM – Nilai tukar rupiah menunjukkan kekuatan pada akhir sesi perdagangan sore ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia mengalami peningkatan setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk meningkatkan suku bunga menjadi 5,5 persen.

Berdasarkan data dari pasar spot yang dihimpun oleh Bloomberg, rupiah menguat ke angka Rp 18. 058 per dolar AS, bertambah 129 poin atau setara dengan 0,72 persen.

Analisis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa penguatan rupiah disebabkan oleh meredanya ketegangan politik di kawasan Timur Tengah.

“Walau memang perkembangan eksternal juga sangat positif, sentimen risk on, meredanya ketegangan di Timur Tengah , menurunya harga minyak mentah dunia, koreksi pada dolar AS,” katanya.

Baca Juga :  Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Lukman menyatakan bahwa penguatan nilai rupiah juga didorong oleh keputusan Bank Indonesia yang secara mendadak menaikkan suku bunga hingga 5,5 persen.

“Namun kenaikan ini memberikan dukungan yang paling besar terhadap rupiah hari ini,” katanya.

Sebagai informasi, sebagian besar mata uang di Asia mengalami penguatan, dengan won Korea Selatan berada sedikit di bawah rupiah setelah mengalami lonjakan sebesar 0,42 persen. Selanjutnya, ringgit Malaysia meningkat sebesar 0,28 persen, sementara peso Filipina mengalami kenaikan hingga 0,22 persen pada penutupannya.

Baca Juga :  Tiga ASN Pemprov Jatim Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah

Kemudian, yuan China mengalami penguatan sebesar 0,16 persen. Setelah itu, rupee India meningkat sebesar 0,13 persen, dolar Singapura naik 0,12 persen, dan dolar Hong Kong juga menguat sedikit sebesar 0,003 persen.

Berikut adalah daftar mata uang lain yang mengalami penguatan:

–  Won Korea Selatan menguat 0,42 persen
– Ringgit Malaysia naik 0,28 persen
– Peso Filipina menguat 0,22 persen
– Yuan China naik 0,16 persen
– Rupee India terapresiasi 0,13 persen
– Dolar Singapura menguat 0,12 persen
– Dolar Hong Kong naik tipis 0,003 persen

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Berita Terbaru