Presiden Prabowo Minta Aparatur Negara Ubah Tata Kelola Pemerintahan Demi Kepercayaan Publik

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dalam acara pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan XXXIII di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Maria Cicilia Galuh

Presiden Prabowo Subianto dalam acara pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan XXXIII di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Maria Cicilia Galuh

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masyarakat Indonesia mendesak adanya perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, rakyat tidak lagi membutuhkan sistem birokrasi yang berbelit-belit, melainkan aparatur negara yang bekerja secara efektif, jujur, serta benar-benar hadir melayani kebutuhan publik.

Pesan menohok tersebut disampaikan Presiden saat memimpin upacara pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan ke-33 yang berlangsung di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Tuntutan Integritas dan Efisiensi Birokrasi

Di hadapan para pamong praja muda, Prabowo menekankan pentingnya efisiensi dan transparansi dalam tubuh birokrasi. Aparatur pemerintah dituntut untuk bekerja bersih dan profesional agar kepercayaan publik terhadap negara dapat terus terjaga.

“Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  Detik-Detik Dede Sunandar Tumbang di Ring Tinju usai Kena Pukulan Telak Vicky Prasetyo

Ia menambahkan, masyarakat membutuhkan jajaran pamong yang memiliki keberanian dalam mengambil keputusan tepat, berdisiplin tinggi, serta terbebas dari praktik korupsi. Kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat, menurutnya, menjadi tolok ukur keberhasilan seorang abdi negara.

Menjaga Kepercayaan Publik dan Wibawa Negara

Prabowo mengingatkan bahwa profesi Pamong Praja merupakan amanah besar. Setiap kebijakan, tindakan, hingga penampilan para aparatur di lapangan akan menjadi dasar penilaian rakyat terhadap kredibilitas pemerintah secara keseluruhan.

“Rakyat yang akan merasakan apakah negara peduli dengan rakyatnya atau tidak. Dari keputusan-keputusan Saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak,” ujarnya.

Ia memaparkan, tindakan tidak bertanggung jawab dari segelintir aparatur tidak hanya merusak reputasi pribadi, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Oleh karena itu, para lulusan baru diminta menjaga kehormatan jabatan dengan selalu mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Baca Juga :  DPR Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Penahanan Ijazah Resmi Dilarang!

Motor Penggerak Cita-Cita Indonesia Maju

Mengakhiri arahannya, Presiden menekankan bahwa para alumni IPDN merupakan pilar utama dan penggerak roda pemerintahan di tingkat tapak. Keberhasilan berbagai program pembangunan nasional berada di tangan para Pamong Praja Muda yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Prabowo berpesan agar seluruh Pamong Praja Muda Angkatan ke-33 terus memegang teguh integritas serta bekerja profesional demi mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang maju, modern, dan terhormat di mata dunia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah
Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya
Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Berita Terbaru