Komitmen Pelestarian Lingkungan, PT IMK Tanam Ratusan Pohon

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT IMK menanam sebanyak 405 pohon di area reklamasi Wastedump Bantian 5-4, Desa Bantian, Kecamatan Sungai Babuat, Kabupaten Murung Raya. (Foto : Humas PT IMK)

PT IMK menanam sebanyak 405 pohon di area reklamasi Wastedump Bantian 5-4, Desa Bantian, Kecamatan Sungai Babuat, Kabupaten Murung Raya. (Foto : Humas PT IMK)

1tulah.com, Puruk Cahu –Rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, PT Indomuro Kencana (PT IMK) menanam sebanyak 405 pohon di area reklamasi Wastedump Bantian 5-4, Desa Bantian, Kecamatan Sungai Babuat, Kabupaten Murung Raya.

Kegiatan tersebut, merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung upaya rehabilitasi lahan pascatambang secara berkelanjutan. Selain upacara peringatan dan aksi kebersihan lingkungan, penanaman pohon menjadi salah satu agenda utama yang dilaksanakan PT IMK pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini.

Penanaman dilakukan pada lahan seluas 1,13 hektare dengan menggunakan tanaman reklamasi jenis sengon dan galam. Kedua jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki karakteristik sebagai tanaman pionir yang mampu tumbuh di lahan marginal serta berperan penting dalam membentuk ekosistem awal pada kawasan reklamasi.

Baca Juga :  Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

General Manager Operation PT IMK, Hendro Triwibowo, memimpin langsung kegiatan penanaman yang diikuti sekitar 85 karyawan dan jajaran kepala departemen perusahaan. Ia menegaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya nyata perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

“Kegiatan ini bukan sekadar penanaman pohon, melainkan gerakan konstruktif dan berkelanjutan dalam melakukan rehabilitasi alam secara lestari. Apa yang ditanam hari ini diharapkan menjadi manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujarnya.

Selain menanam sengon dan galam, PT IMK juga menanam tanaman lokal jenis Multi Purposes Tree Species (MPTS), yakni jengkol. Tanaman tersebut dipilih karena selain mendukung keberhasilan reklamasi, juga memiliki nilai manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat di masa depan.

Baca Juga :  Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Penanaman dilakukan dengan pola intensif berjarak 4 x 8 meter. Pola tersebut dirancang agar pada tahun kedua atau ketiga dapat dilakukan penanaman tanaman sisipan sehingga kawasan reklamasi berkembang menjadi ekosistem yang lebih beragam dan produktif.

Melalui kegiatan ini, PT IMK berharap area reklamasi yang dikelola dapat menjadi contoh praktik pengelolaan lingkungan yang baik dan berkelanjutan. Perusahaan juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam sebagai investasi berharga bagi generasi mendatang.

“Komitmen terhadap pelestarian lingkungan, menurut PT IMK, tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem dan masyarakat sekitar,” tukasnya. (Sur)

Berita Terkait

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK
Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia
Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan
HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran
KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Bupati Shalahuddin dan Wabup Felix Kunjungi Montallat, Pantau Infrastruktur serta Salurkan Bantuan

Berita Terbaru