BPB-PK Kalteng Tingkatkan Kapasitas TRC Penanggulangan Bencana melalui Bimtek Manajemen Pengungsi 2026

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib membuka secara resmi Bimbingan Teknis Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Tahun 2026 dengan fokus Manajemen Pengungsi di Aula Kantor BPB-PK Kalteng, Palangka Raya, Kamis (11/6/26).

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib membuka secara resmi Bimbingan Teknis Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Tahun 2026 dengan fokus Manajemen Pengungsi di Aula Kantor BPB-PK Kalteng, Palangka Raya, Kamis (11/6/26).

1tulah.com, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Tahun 2026 dengan fokus pada Manajemen Pengungsi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 11–12 Juni 2026, di Aula Kantor BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Tjilik Riwut Km 7,8, Palangka Raya.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Ahmad Toyib menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Multisektor berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/167/2024. Tim ini dibentuk untuk mempercepat pelayanan dan respons terpadu saat terjadi keadaan darurat bencana.

Baca Juga :  Tumbangkan Prancis 2-0, Spanyol ke Final Piala Dunia 2026

“Sebagai tim multisektor, koordinasi penanganan dampak bencana, termasuk urusan pengungsian, harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan terintegrasi. Pengelolaan pengungsian merupakan salah satu klaster yang paling krusial dan kompleks dalam fase tanggap darurat,” ujar Ahmad Toyib saat membuka kegiatan, Kamis (11/6/2026).

Ia menegaskan bahwa manajemen pengungsi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tenda darurat dan distribusi logistik. Pengelolaan pengungsian juga mencakup pendataan korban secara akurat, penyediaan sanitasi dan air bersih yang layak, pemenuhan kebutuhan spesifik berbasis gender, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Untuk memperkuat kompetensi peserta, BPB-PK Kalteng menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yakni Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda Riky Budi Wibowo dan Iwan Hasanudin. Para narasumber memberikan materi secara interaktif mengenai tata kelola pengungsian, koordinasi lintas sektor, serta penanganan darurat kemanusiaan yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Kuntadi Disodorkan Jadi Jampidsus Baru Gantikan Febrie Adriansyah, Mensesneg: Proses TPA Dipercepat!

Bimtek Manajemen Pengungsi Tahun 2026 diikuti oleh 45 peserta dari berbagai instansi lintas sektor, antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI Kalimantan Tengah, Dinas Kominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah, serta jajaran internal BPB-PK Kalteng.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap seluruh anggota TRC Penanggulangan Bencana dapat semakin memperkuat sinergi, meningkatkan kemampuan kaji cepat kebutuhan pengungsi, serta memberikan pelayanan yang cepat, tepat, manusiawi, dan bermartabat kepada masyarakat terdampak bencana.

Penguatan kapasitas Tim Reaksi Cepat menjadi langkah strategis dalam mendukung terwujudnya sistem penanggulangan bencana yang profesional, responsif, dan terkoordinasi di Kalimantan Tengah, sehingga mampu meminimalkan risiko serta dampak bencana terhadap masyarakat.(*)

Penulis : Hewu

Berita Terkait

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Berita Terbaru