Berani Main Harga Daging Jelang Ramadan? Siap-siap Izin Usaha Dicabut Permanen oleh Mentan

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. [Antara]

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. [Antara]

1TULAH.COM-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeluarkan peringatan keras terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok daging sapi.

Dalam upaya menjaga stabilitas pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri, Amran menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik pungutan liar (pungli) maupun permainan harga, baik di internal kementerian maupun di pihak swasta.

“Kita ini sudah berbaik melayani, kami ini pelayan rakyat. Kami melayani semua, melayani konsumen, melayani produsen,” tegas Amran di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Tindakan Tegas: Pecat Oknum Internal Kementan

Salah satu poin paling krusial dalam pernyataan Mentan adalah pengawasan ketat di internal Kementerian Pertanian (Kementan).

Ia mencium adanya potensi oknum yang meminta fee atau pungutan dalam proses impor sapi bakalan, yang kemudian dijadikan alasan oleh pengusaha untuk menaikkan harga di pasar.

Amran secara eksplisit menyatakan akan mengambil langkah pemecatan jika menemukan bukti penyimpangan tersebut.

“Yang masalah kalau ada di Kementerian Pertanian main-main sampai minta fee sehingga dia alasan menaikkan harga, di sini aku pecat,” ungkap Amran dengan nada bicara tinggi.

Baca Juga :  PN Buntok Jadi Tuan Rumah Buka Bersama, Bupati Barsel dan Unsur Forkopimda Kompak Hadir

Satgas Pangan Turun Tangan Cek Rantai Pasok

Merespons isu lonjakan harga daging sapi yang sempat memicu aksi mogok pedagang, Mentan telah menginstruksikan Satgas Pangan untuk menyisir seluruh titik rantai pasok. Fokus pemeriksaan meliputi:

  • Proses penggemukan (fattening).

  • Distributor skala besar.

  • Proses impor sapi bakalan.

“Suruh cek siapa yang bermain. Apakah penggemukannya, atau distributornya, atau siapa. Satgas kami sudah minta langsung turun cek. Dan pasti ketemu nanti siapa sebenarnya yang bermain-main,” ujarnya.

Tidak Ada Lagi Imbauan, Izin Usaha Akan Dicabut

Bagi pelaku usaha atau importir yang terbukti mempermainkan harga demi keuntungan pribadi, Amran memastikan tidak akan ada lagi surat imbauan atau teguran lisan. Sanksi administratif berat telah menanti para pelanggar.

“Enggak ada, enggak ada lagi waktu menghimbau-himbau, capek kita ya. Kalau aku temukan, pasti 99 persen aku cabut izinnya dan tidak boleh lagi berbisnis di bidang itu,” kata Mentan.

Baca Juga :  KPK Lakukan OTT Ketujuh di Jateng pada Bulan Ramadhan

Fokus Pemerintah: Stabilitas HET Menjelang Ramadan

Stabilitas harga pangan menjadi prioritas utama pemerintah di awal tahun 2026 ini. Amran menyebutkan bahwa instruksi ini datang langsung dari Presiden RI, yang menginginkan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat luas.

Komitmen Kementan:

  1. Menjaga HET: Menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET) pangan tetap stabil hingga Idulfitri usai.

  2. Menjaga HPP: Memastikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tetap berada pada level yang adil bagi petani dan peternak.

  3. Hapus Pungli Impor: Memastikan proses impor sapi bakalan bersih dari biaya-biaya ilegal.

Mewujudkan Ekosistem Pangan yang Bahagia

Menutup pernyataannya, Amran menekankan bahwa tujuan akhir dari ketegasan ini adalah agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan manfaat yang adil tanpa ada pihak yang merasa dirugikan oleh permainan spekulan.

“Supaya apa tujuannya? Produsen tersenyum, pedagangnya bahagia, dan konsumennya juga ikut menikmati bulan suci Ramadan dengan tenang,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Anggota DPR RI Bias Layar Sentil Pemerintah Pusat: Bartim Beri Banyak, Tapi Terima Sedikit
Pemkab Murung Raya Dukung Penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
KPK Lakukan OTT Ketujuh di Jateng pada Bulan Ramadhan
Takjil Kekinian: Mengapa Gen Z Lebih Suka Risol Matcha dan Mochi Daifuku Ketimbang Kolak?
Dukung Penuh Aksi Berbagi Takjil TP-PKK, Kadis Perkimtan Barsel: Ini Momentum Perkuat Silaturahmi!
Ramadan Penuh Berkah, TP-PKK Murung Raya Hadir di Tengah Masyarakat
Wakil Ketua III DPRD Kalteng Junaidi Dorong Pemuda Bakumpai Jadi Pilar Pembangunan Daerah
Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Penambangan Ilegal serta Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 02:59 WIB

Anggota DPR RI Bias Layar Sentil Pemerintah Pusat: Bartim Beri Banyak, Tapi Terima Sedikit

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:22 WIB

Pemkab Murung Raya Dukung Penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:28 WIB

Takjil Kekinian: Mengapa Gen Z Lebih Suka Risol Matcha dan Mochi Daifuku Ketimbang Kolak?

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:32 WIB

Dukung Penuh Aksi Berbagi Takjil TP-PKK, Kadis Perkimtan Barsel: Ini Momentum Perkuat Silaturahmi!

Senin, 2 Maret 2026 - 17:18 WIB

Ramadan Penuh Berkah, TP-PKK Murung Raya Hadir di Tengah Masyarakat

Senin, 2 Maret 2026 - 16:03 WIB

Wakil Ketua III DPRD Kalteng Junaidi Dorong Pemuda Bakumpai Jadi Pilar Pembangunan Daerah

Senin, 2 Maret 2026 - 15:48 WIB

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Penambangan Ilegal serta Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia

Senin, 2 Maret 2026 - 15:46 WIB

BGN Prioritaskan Beras Berkualitas Tinggi untuk Program MBG

Berita Terbaru