Polemik Kontribusi Alumni LPDP: Tasya Kamila Kena Rujak Netizen, Siapa Saja Artis yang Pakai Uang Pajak?

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengabdian Tasya Kamila sebagai alumi mahasiswi LPDP dianggap tidak maksumal. [Instagram/tasyakamila]

Pengabdian Tasya Kamila sebagai alumi mahasiswi LPDP dianggap tidak maksumal. [Instagram/tasyakamila]

1TULAH.COM-Belakangan ini, publik sedang memberikan perhatian ekstra terhadap para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Setelah kasus Dwi Sasetyaningtyas mencuat, kini sorotan tajam beralih ke kalangan figur publik.

Nama Tasya Kamila mendadak menjadi sasaran empuk kritik warganet. Alumnus Columbia University ini dinilai tidak memberikan kontribusi yang sepadan dengan investasi miliaran rupiah yang telah dikeluarkan negara untuk pendidikannya di Amerika Serikat.

Tasya Kamila dan Debat “Kontribusi Selevel Ibu PKK”

Polemik ini bermula saat laporan pengabdian istri Randi Bachtiar tersebut tersebar di media sosial. Banyak netizen menganggap kegiatan Tasya—seperti menjadi pembicara seminar dan kampanye lingkungan di Instagram—terlalu sederhana bagi lulusan salah satu universitas terbaik dunia.

Bahkan, sebuah kritik tajam di TikTok menyebut kontribusi tersebut “selevel ibu-ibu PKK”. Menanggapi sinisme tersebut, Tasya Kamila akhirnya buka suara pada Senin, 23 Februari 2026.

“Tugas pengabdianku secara resmi sudah selesai. Kontribusi itu bentuknya macam-macam, tidak harus selalu di birokrasi, tapi bisa lewat edukasi dan proyek lingkungan,” tegas artis berusia 33 tahun tersebut.

Tasya juga menjelaskan bahwa dirinya telah memenuhi syarat pengabdian sesuai rumus 2n+1 (dua kali masa studi ditambah satu tahun) yang ditetapkan oleh pihak LPDP.

Baca Juga :  Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Daftar Artis Indonesia Penerima Beasiswa LPDP

Terlepas dari kontroversi yang ada, Tasya bukanlah satu-satunya pesohor yang menempuh studi dengan dukungan dana dari pajak rakyat. Berikut adalah daftar artis yang terkonfirmasi menjadi awardee LPDP:

1. Maudy Ayunda

Sosok ini sering disebut sebagai “Golden Standard” penerima beasiswa oleh netizen. Maudy lulus dari Stanford University pada 2021 dengan gelar ganda (Joint Degree) MBA dan MA. Hingga kini, keterlibatannya dalam dunia pendidikan dan literasi dianggap publik sebagai bentuk pengabdian yang nyata.

2. Gita Gutawa

Putri komposer Erwin Gutawa ini merupakan salah satu penerima LPDP angkatan awal. Gita menyelesaikan studi S2 di London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2015. Sepulangnya ke Indonesia, ia aktif mengelola program “Di Atas Rata-Rata” untuk mewadahi bakat musik anak-anak Indonesia.

3. Acha Septriasa

Jarang mengumbar statusnya sebagai awardee, Acha Septriasa ternyata merupakan penerima beasiswa jalur LPDP (PK-82). Ia menempuh pendidikan di Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia, dan berhasil lulus di tengah kesibukan karier aktingnya yang padat.

Baca Juga :  Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Hati-Hati Salah Sasaran: Isyana dan Alyssa Bukan Penerima LPDP

Di tengah gelombang “absen massal” netizen terhadap para alumni beasiswa, ada beberapa nama yang sempat dituduh namun ternyata salah sasaran.

  • Isyana Sarasvati: Pada Rabu, 25 Februari 2026, Isyana meluruskan bahwa studinya di Royal College of Music, London, dibiayai oleh beasiswa prestasi kampus dan pemerintah Singapura, bukan dana pemerintah Indonesia (LPDP).

  • Alyssa Soebandono: Istri Dude Harlino ini juga memberikan klarifikasi serupa. Gelar S2-nya di LSPR Jakarta didapat melalui beasiswa penuh dari pihak kampus (swasta), sementara gelar S1 dari Monash University dibiayai secara pribadi.

Mengapa Publik Begitu Kritis?

Kritik terhadap para awardee artis ini mencerminkan tingginya harapan publik agar uang pajak yang digunakan untuk pendidikan mereka bisa kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi bangsa. Meski secara administratif aturan 2n+1 telah dipenuhi, ekspektasi sosial terhadap lulusan universitas top tier dunia tentu jauh lebih besar daripada sekadar kampanye di media sosial.

Bagaimana menurut Anda? Apakah kontribusi seorang figur publik harus selalu terlihat secara formal di birokrasi, atau edukasi media sosial sudah dianggap cukup? (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak
Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!
Harga BBM & LPG Nonsubsidi Naik: Strategi Efisiensi Pengusaha hingga Fenomena Porsi Makan yang ‘Menciut’
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 09:41 WIB

Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 05:57 WIB

Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Selasa, 21 April 2026 - 05:47 WIB

Harga BBM & LPG Nonsubsidi Naik: Strategi Efisiensi Pengusaha hingga Fenomena Porsi Makan yang ‘Menciut’

Berita Terbaru

Perwakilan karyawan PT AKT usai audiensi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:35 WIB