1TULAH.COM – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa sikap kritis dan pengawasan terhadap kekuasaan harus dilakukan secara rasional dengan berlandaskan data, fakta, serta pengalaman nyata rakyat.
Ia menolak kritik yang dilandasi kemarahan, provokasi emosional, atau serangan personal karena dinilai merusak martabat politik.
Dalam penutupan Rapat Kerja Nasional I PDI Perjuangan Tahun 2026 di Jakarta, Megawati menyampaikan bahwa perjuangan partai bertumpu pada gagasan, kekuatan moral, dan keberpihakan pada Rakyat Marhaen.
Sebagai partai penyeimbang, PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab menjaga agar kebijakan negara tetap sejalan dengan kepentingan rakyat kecil dan prinsip keadilan sosial.
Megawati juga menekankan bahwa dalam demokrasi, pemerintah bukan musuh pribadi, melainkan subjek kritik kebijakan yang sah.
Ia mendorong agar arah diskursus politik nasional tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas, tetapi juga pada keadilan sosial, kedaulatan pangan dan energi, keadilan ekologis, serta kualitas demokrasi yang berpihak pada rakyat.
Penulis : Laili R


![Jennie Blackpink [Instagram/@golden_disc]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/jenie-black-360x200.jpg)

![Pandji Pragiwaksono dilaporkan Angkatan Muda NU dan Muhammadiyah karena dianggap telah membuat konten lawak yang meresahkan dan membuat gaduh. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/pandji-mensrea-360x200.jpg)
![10 Prompt Gemini AI Malam Tahun Baru Bersama Teman, Foto Dijamin Sinematik! [freepik]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2025/12/promt-tahun-baru-360x200.jpg)

















