DPRD Kalteng Soroti Keterbatasan APBD 2026, Asdy Narang: Kelola Anggaran Rp 5,4 Triliun Secara Maksimal

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Asdy Narang. Foto:Net

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Asdy Narang. Foto:Net

1TULAH.COM-Kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat mulai berdampak pada alokasi belanja daerah di berbagai wilayah, termasuk Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk tahun anggaran 2026.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Asdy Narang, menekankan pentingnya pengelolaan dana yang tersedia agar tetap tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.

Efisiensi Anggaran Pusat dan Dampaknya ke Daerah

Kebijakan fiskal dari pusat secara tidak langsung memberikan tekanan pada postur APBD daerah. Dengan proyeksi anggaran Pemerintah Provinsi Kalteng berada di angka Rp 5,4 triliun, tantangan pembangunan di tahun 2026 diprediksi akan semakin ketat.

“Pemerintah provinsi mengelola dana Rp 5,4 triliun ini harus bisa dimanfaatkan seefektif mungkin untuk pembangunan daerah di tengah kebutuhan yang tidak sedikit,” ujar Asdy Narang baru-baru ini di Palangka Raya.

Tantangan Geografis: Luas Kalteng 1,5 Kali Pulau Jawa

Asdy menyoroti bahwa secara objektif, nilai anggaran tersebut masih jauh dari angka ideal jika dibandingkan dengan luas wilayah dan tantangan geografis Bumi Tambun Bungai. Kalteng memiliki karakteristik wilayah yang luas dengan infrastruktur yang memerlukan biaya pemeliharaan serta pembangunan tinggi.

Baca Juga :  Bupati Heriyus Apresiasi Persiapan Simulasi Akreditasi RSUD Puruk Cahu

“Anggaran untuk pembangunan dan infrastruktur di angka Rp 20 triliun pun belum cukup, mengingat luasan wilayah Kalimantan Tengah yang mencapai satu setengah kali Pulau Jawa,” terang politisi tersebut.

Kesenjangan antara kebutuhan riil di lapangan dengan ketersediaan dana menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan disiplin dalam menetapkan skala prioritas.

Fokus Pengawasan DPRD Kalteng

Sebagai lembaga legislatif yang memegang fungsi pengawasan, DPRD Kalteng berkomitmen memastikan setiap rupiah dari anggaran Rp 5,4 triliun tersebut benar-benar terserap untuk kepentingan publik.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus pengawasan DPRD meliputi:

  • Efektivitas Kebijakan: Memastikan kebijakan pemerintah provinsi sejalan dengan kebutuhan mendesak masyarakat.

  • Pembangunan Infrastruktur: Mengawal proyek strategis meski dengan keterbatasan dana.

  • Kesejahteraan Rakyat: Menjamin alokasi untuk sektor-sektor dasar tetap terjaga.

Baca Juga :  Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Prioritas Pembangunan: Infrastruktur hingga Kesehatan

Meski dibayangi keterbatasan, Asdy menegaskan bahwa DPRD Kalteng akan terus mendukung penuh upaya penyusunan anggaran yang pro-rakyat. Fokus utama pembangunan tetap mencakup sektor-sektor vital, di antaranya:

  1. Infrastruktur: Membuka isolasi daerah dan memperbaiki aksesibilitas.

  2. Ekonomi: Stimulus untuk penguatan ekonomi lokal dan UMKM.

  3. Pendidikan: Peningkatan kualitas SDM Kalimantan Tengah.

  4. Kesehatan: Penjaminan layanan kesehatan yang terjangkau dan merata.

“Kita sebagai anggota dewan tentunya akan mengawasi kebijakan-kebijakan yang ada di pemerintah provinsi. Dengan anggaran Rp 5,4 triliun ini, kita maksimalkan untuk masyarakat agar tetap bisa hidup sejahtera,” tutupnya. (Ingkit)

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Berita Terbaru