1TULAH.COM-Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya, baru-baru ini.
Kegiatan religius ini berlangsung khidmat karena dirangkaikan dengan muhasabah akhir tahun serta Haul ulama kharismatik, Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani).
Dalam kesempatan tersebut, Junaidi menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni keagamaan tahunan. Ia memandang peringatan Isra Mikraj sebagai momentum spiritual yang mendalam bagi umat Muslim untuk memperkuat keimanan.
Meneledani Akhlak Rasulullah dalam Pemerintahan
Menurut Junaidi, esensi dari peringatan Isra Mikraj adalah meneladani akhlak Rasulullah SAW untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini, lanjutnya, sangat relevan bagi mereka yang duduk di kursi pemerintahan dan legislatif.
“Melalui peringatan Isra Mikraj dan doa bersama ini, kita memohon keberkahan untuk Kalimantan Tengah. Kita ingin menutup tahun ini dengan rasa syukur dan memulai langkah baru dengan semangat yang lebih baik,” ujar Junaidi di sela-sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa amanah sebagai wakil rakyat harus dijalankan dengan memegang teguh prinsip-prinsip kejujuran dan tanggung jawab, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Muhasabah Sebagai Bahan Evaluasi Pembangunan
Selain aspek spiritual, Junaidi menyoroti pentingnya muhasabah akhir tahun. Baginya, refleksi diri adalah hal wajib bagi seluruh elemen masyarakat, terutama bagi para pemangku kebijakan di Bumi Tambun Bungai.
Refleksi ini bertujuan untuk mengevaluasi secara jujur apa saja capaian yang telah diraih dan kekurangan yang harus diperbaiki selama setahun terakhir.
-
Evaluasi Program: Meninjau efektivitas program kerja tahun lalu.
-
Perencanaan Strategis: Memastikan program pembangunan ke depan lebih tepat sasaran.
-
Kesejahteraan Rakyat: Menjadikan hasil refleksi sebagai acuan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalteng.
“Refleksi diperlukan agar perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan ke depan dapat berjalan lebih baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Menjaga Persatuan dan Toleransi di Kalteng
Di hadapan jamaah yang hadir, Junaidi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memperkuat ukhuwah (persaudaraan). Mengingat Kalteng adalah daerah yang majemuk, keteladanan Rasulullah dalam menjaga kedamaian dan toleransi harus menjadi pedoman utama.
Suasana daerah yang kondusif adalah kunci utama bagi kelancaran pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Dengan persatuan yang kokoh, segala tantangan di tahun mendatang diyakini dapat dilewati dengan baik.
Berlangsung Khidmat dan Penuh Kekhusyukan
Peringatan Isra Mikraj dan Haul Guru Sekumpul di Masjid Raya Darussalam ini diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai kalangan. Turut hadir tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran unsur Pemerintah Daerah (Pemda) Kalteng.
Kegiatan diisi dengan pembacaan syair-syair pujian, zikir, dan doa bersama. Seluruh jamaah tampak larut dalam kekhusyukan, memohon keselamatan, keberkahan, serta kemajuan bagi Provinsi Kalimantan Tengah agar semakin berkah di masa yang akan datang. (Ingkit)










![Menteri Luar Negeri Sugiono. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/menlu-sugiono-225x129.jpg)


![Menteri Luar Negeri Sugiono. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/menlu-sugiono-360x200.jpg)








