1TULAH.COM-Sektor pertanian di Kalimantan Tengah (Kalteng) membutuhkan suntikan pengetahuan dan praktik modern yang signifikan. Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sengkon, menegaskan bahwa pelatihan intensif dan berkelanjutan kepada petani merupakan elemen krusial untuk mendongkrak keberhasilan sektor ini di Bumi Tambun Bungai.
Menurut Sengkon, penguatan pengetahuan teknis di lapangan adalah hal yang paling mendesak. Hal ini penting agar kelompok tani dapat memahami dan mengaplikasikan manfaat nyata dari praktik pertanian yang modern dan mengarah pada keberlanjutan.
“Pelatihan petani harus menjadi prioritas utama. Dengan pengetahuan yang cukup, petani akan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian mereka,” ucap Sengkon, Jumat (28/11/2025).
💡 Pelatihan Holistik: Dari Teknik Lapangan hingga Pasca Panen
Sengkon menekankan bahwa program pelatihan yang diberikan kepada petani tidak boleh hanya bersifat teoritis, melainkan harus mencakup praktik langsung di lapangan (hands-on training). Pendekatan ini memastikan petani mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat secara efektif.
Selain itu, materi pelatihan yang komprehensif harus mencakup tiga aspek utama untuk menciptakan petani yang mandiri dan kompetitif:
-
Pengelolaan Usaha Tani: Aspek manajemen bisnis dan keuangan dalam kegiatan pertanian.
-
Penggunaan Teknologi Terbaru: Pemanfaatan alat dan metode modern untuk efisiensi.
-
Pengelolaan Pasca Panen: Teknik penanganan hasil panen agar kualitas tetap terjaga, meminimalisir kerugian, dan meningkatkan nilai jual.
“Dengan peningkatan pengetahuan teknis, petani akan lebih mampu mengatasi berbagai tantangan di lapangan dan mendapatkan manfaat yang lebih besar dari usaha tani mereka,” ujarnya.
📈 Investasi Jangka Panjang untuk Ketahanan Pangan
Komisi II DPRD Kalteng memandang bahwa penguatan kapasitas petani adalah sebuah investasi jangka panjang. Investasi ini dipastikan akan membawa dampak positif yang masif, khususnya bagi peningkatan ketahanan pangan dan penguatan fundamental perekonomian daerah.
Melalui pelatihan yang terstruktur, diharapkan petani di Kalteng dapat:
-
Meningkatkan kesejahteraan pribadi dan keluarga.
-
Mendukung pembangunan sektor pertanian yang lebih maju.
-
Mencapai kemandirian dan keberlanjutan dalam praktik usaha tani.
Dorongan dari Sengkon ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera merealisasikan program pelatihan yang efektif dan tepat sasaran, demi mewujudkan pertanian Kalteng yang berdaya saing. (Ingkit)










![Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/kejagung-se-225x129.jpg)











![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

