1TULAH.COM-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang diluncurkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng.
Inovasi tersebut berupa program pembelajaran bahasa asing yang diselenggarakan secara virtual bagi seluruh peserta didik di wilayah Kalteng.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, menilai terobosan ini sebagai langkah maju yang krusial dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan daerah, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi kompetensi di tingkat global.
“Program pembelajaran bahasa asing berbasis virtual ini merupakan inovasi yang patut diapresiasi. Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar akan sangat membantu siswa untuk meningkatkan kompetensi berbahasa sekaligus membiasakan mereka dengan sistem digital,” ujar Faridawaty di Palangka Raya, Jumat (21/11/2025).
💡 Solusi Efektif Pemerataan Akses Pendidikan
Faridawaty, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Kalteng, menyoroti bahwa kemampuan berbahasa asing adalah keterampilan wajib yang sangat penting dimiliki oleh generasi muda saat ini.
Lebih dari sekadar peningkatan kompetensi, program virtual ini dinilai sebagai solusi yang sangat efektif untuk mengatasi isu pemerataan akses pendidikan di Kalteng. Mengingat luasnya wilayah Kalteng, banyak daerah yang masih kesulitan mendapatkan pengajar bahasa asing secara langsung.
Dengan sistem pembelajaran virtual, peserta didik di wilayah terpencil sekalipun dapat memperoleh materi dan bimbingan berkualitas tanpa harus dibatasi oleh jarak geografis.
“Tidak semua sekolah memiliki guru bahasa asing, sehingga pembelajaran virtual menjadi alternatif yang sangat tepat. Ini bisa mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kalteng,” tambah Faridawaty, menekankan bahwa teknologi menjadi jembatan pemerataan.
🌐 Harapan Perluasan Cakupan dan Infrastruktur Digital
Meskipun memberikan apresiasi, Komisi III DPRD Kalteng turut menyampaikan harapannya agar Disdik Kalteng tidak berhenti sampai di sini.
Faridawaty mendesak agar cakupan program pembelajaran bahasa asing virtual ini terus diperluas. Selain itu, Disdik juga harus memastikan infrastruktur pendukung, terutama:
-
Jaringan internet yang stabil.
-
Perangkat digital yang memadai.
Ketersediaan infrastruktur yang andal di setiap sekolah sangat penting untuk menjamin kelancaran dan efektivitas pembelajaran berbasis virtual.
“Kami dari Komisi III tentu mendukung upaya Disdik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ke depan, kami berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan memberikan dampak yang nyata bagi kemampuan siswa,” tutupnya.
Dengan adanya terobosan ini dan dukungan penuh dari DPRD, program pembelajaran bahasa asing virtual diharapkan menjadi salah satu langkah strategis yang berhasil dalam mencetak generasi muda Kalteng yang unggul dan berdaya saing global. (Ingkit)










![Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/kejagung-se-225x129.jpg)











![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

