Absurd! Momen Negosiasi Iklim COP30 Dijeda Kebakaran: ‘Energi Fosil’ vs Korsleting Listrik

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kebakaran (Freepik/Vichie81)

Ilustrasi kebakaran (Freepik/Vichie81)

1TULAH.COM-Ada beberapa momen dalam sejarah diplomasi global yang terasa sangat absurd, seolah diambil langsung dari skenario film komedi satir.

Salah satunya terjadi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim PBB ke-30 atau COP30 yang sedang berlangsung di Belem, Brasil.

Bayangkan, di tengah perundingan alot para pemimpin dan delegasi dunia untuk mencari jalan menyelamatkan planet dari krisis iklim, tempat mereka berkumpul justru mengalami kebakaran!

Insiden tak terduga ini sontak membuat semua jadwal penting berantakan total. Dan yang lebih mengejutkan, “tersangka” utamanya diduga hanya sebuah microwave dapur.

Saat Asap ‘Numpang Lewat’ di Tengah Perundingan Alot

Insiden dramatis ini terjadi pada Kamis (20/11/2025) sore waktu setempat. Saat para delegasi sedang berada dalam momen paling krusial—merumuskan draf kesepakatan akhir dan berdebat mengenai penghentian bahan bakar fosil—tiba-tiba muncul api di salah satu area utama pusat konferensi.

  • Kepala Asap: Asap tebal langsung mengepul, memicu kepanikan kecil di antara ratusan delegasi, negosiator, dan staf PBB.

  • Korban Terdampak: Menurut tim penyelenggara PBB, sebanyak 13 peserta harus menerima perawatan darurat di lokasi kejadian karena terpapar asap. Beruntungnya, api berhasil dipadamkan dengan cepat oleh pemadam kebakaran setempat dan tidak ada laporan korban serius.

  • Pernyataan Resmi: “Pada hari ini terjadi insiden kebakaran di zona biru area COP30 di Belém,” tulis tim penyelenggara PBB dalam pernyataan resminya.

Baca Juga :  Soroti Gugatan Terhadap 25 Media di Sumsel, AJI Palembang Ingatkan Regulasi UU Pers

‘Tersangka’ Utamanya: Microwave yang Memalukan

Pihak pemadam kebakaran setempat segera melakukan penyelidikan dan memiliki dugaan awal yang cukup memalukan mengingat skala acara tersebut.

Api diduga berasal dari kerusakan perangkat listrik, kemungkinan besar berawal dari peralatan dapur sederhana seperti microwave yang korslet.

Ironi yang Nyelekit: Ini menciptakan ironi yang tajam dan super nyelekit. Di saat para pemimpin global sedang membahas transisi dari energi fosil yang “membakar” planet, acara mereka justru hampir “terbakar” oleh kegagalan sistem energi listrik yang sangat sepele. Insiden ini menjadi simbol betapa rentannya segala sesuatu, bahkan di tengah upaya penyelamatan bumi terbesar.

Semua Jadwal Auto Ambyar, Negosiasi Mundur

Akibat insiden “micin” ini, seluruh area konferensi harus segera dikosongkan setelah pukul 2 siang. Dampaknya langsung terasa:

  • Pembatalan Pertemuan Kritis: Seluruh jadwal negosiasi yang sudah disusun rapi menjadi berantakan total.

  • Korban Jadwal: Pertemuan strategis antara negara-negara kepulauan kecil dengan presiden COP30 terpaksa dibatalkan. Rapat koordinasi tingkat menteri dari Uni Eropa yang sangat penting pun menjadi penuh ketidakpastian.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Dua Pelaku Dugaan Penyekapan di Jakarta

Padahal, saat kebakaran terjadi, negosiasi sedang berada di fase penentuan untuk merampungkan draf akhir soal penghentian penggunaan bahan bakar fosil, yang merupakan topik paling kontroversial dan panas di COP30 kali ini.

Dengan terganggunya ritme pembicaraan yang seharusnya intens dan fokus, kemungkinan besar KTT ini tidak akan selesai sesuai jadwal. Negosiasi diprediksi harus “lembur” dan berlanjut hingga akhir pekan untuk mencapai kesepakatan final.

Sekjen PBB Sudah ‘Ngasih Kode Keras’

Sebelum insiden kebakaran terjadi, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebenarnya sudah memberikan “kode keras”.

Ia menyerukan agar negara-negara peserta segera menghentikan perdebatan panjang dan segera mencapai kesepakatan ambisius.

Namun, sepertinya alam semesta punya cara unik untuk menunda perdebatan tersebut. Kisah kebakaran di COP30 ini lebih dari sekadar insiden biasa; ini adalah simbol yang sangat ironis.

Di tengah semua perdebatan tingkat tinggi soal nasib bumi dan kebijakan miliaran dolar, terkadang hal-hal paling sepele dan tak terduga—seperti microwave rusak—justru bisa mengacaukan segalanya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z
Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial
Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:50 WIB

Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:16 WIB

Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WIB

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:47 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:26 WIB

Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terbaru