KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi KPK. (KPK)

Ilustrasi KPK. (KPK)

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pemanggilan pengusaha rokok M Suryo sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai tinggal menunggu penjadwalan ulang.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan M Suryo sebelumnya sudah pernah dipanggil penyidik, namun tidak hadir karena masih menjalani pemulihan usai mengalami kecelakaan. Menurutnya, pemeriksaan ulang akan dilakukan sesuai kebutuhan penyidikan.

Baca Juga :  Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

“Waktu panggilan pertama habis kecelakaan dan masih sakit. Setelah itu tinggal tunggu jadwal saja,” kata Setyo kepada wartawan, Jumat, 22 Mei.

Setyo menegaskan seluruh proses pemeriksaan sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik KPK. Pimpinan KPK, lanjut dia, hanya melakukan pengawasan secara manajerial tanpa mencampuri teknis penyidikan.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait dugaan korupsi importasi barang pada Februari 2026. Dalam perkara tersebut, sejumlah pejabat Bea Cukai dan pihak swasta telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Rizal serta pengusaha kargo John Field.

Baca Juga :  Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

KPK juga tengah mendalami dugaan penerimaan uang dari pengusaha rokok dan importir yang diduga melibatkan pejabat Bea Cukai dalam pengurusan cukai dan jalur importasi barang.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terbaru