1TULAH.COM-Advokat kondang Hotman Paris Hutapea secara resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Langkah mengejutkan ini diambil Hotman akibat kondisi kesahatannya yang menurun drastis usai menderita penyakit saraf kejepit selama beberapa bulan terakhir.
Hotman mengaku, rasa sakit yang melanda fisiknya sudah berada di tingkat yang memprihatinkan, sehingga tidak memungkinkan lagi baginya untuk menangani perkara hukum berat yang membutuhkan mobilitas tinggi serta tingkat konsentrasi ekstra.
Dari Pijat Alternatif di Bogor hingga Akupunktur Kelapa Gading
Sebelum memutuskan mundur, pengacara bergaya nyentrik ini mengaku telah menempuh berbagai cara demi bisa sembuh dari rasa sakit yang menyiksa. Upaya tersebut dimulai dari metode pengobatan tradisional yang cukup ekstrem di daerah perbatasan.
Hotman sempat berobat ke praktisi pemijatan tradisional di kawasan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, hingga menjajal terapi tradisional China di Jakarta Utara.
“Bulan Juni sudah kesakitan, sudah bolak-balik. Terus juga akupunktur sampai ke dokter katanya jago pijit di hutan di Bogor, Bojong Gede. Gue juga baru sadar kok ininya diginiin pijat makin parah gitu,” kata Hotman dalam konferensi pers pada Kamis (23/7/2026).
Lantaran pemijatan tradisional justru memperburuk peradangan sarafnya, Hotman berpindah ke terapi akupunktur di kawasan Kelapa Gading. Di sana, ia menjalani prosedur penusukan puluhan jarum medis di area tubuh yang terasa nyeri.
“Dikasih 50 jarum-jarum, 50 ada, tusuk sini semua. Aduh benar-benar sampai dua kali. Baru saya sadar apa yang kejepit di sini apa yang di jarum-jarum,” kenang Hotman.
Terbang ke Singapura dan Nekat Abaikan Anjuran Dokter
Tak kunjung membaik usai dipijat dan diakupunktur, Hotman akhirnya beralih ke jalur medis profesional. Ia sempat menjalani pemeriksaan intensif di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, di bawah penanganan dokter spesialis.
Namun, karena rasa nyeri yang semakin tak tertahankan, Hotman akhirnya terbang ke Singapura untuk mengambil tindakan pembedahan atau operasi saraf terjepit pada 9 Juli 2026.
Sayangnya, pascaoperasi, proses pemulihan tidak berjalan optimal. Didorong oleh rasa tanggung jawab atas penanganan berbagai kasus di tanah air, Hotman nekat keluar dari rumah sakit Singapura hanya dalam waktu dua hari, dari yang seharusnya wajib rawat inap selama empat hari.
Ia juga mengabaikan instruksi medis yang mewajibkannya untuk istirahat total (bed rest) selama minimal dua minggu pascaoperasi.
“Anda tahu kan saya kerja dua minggu ini, yang ya Anda tahulah kasusnya kan. Ya akhirnya makin parah. Aku sangat khawatir, katanya kalau takut jadi lumpuh. Karena selama dua bulan kan saraf gua itu ke kaki. Ya kalau sarafnya ada apa-apa kan kakinya entar enggak bisa nendang lawan, gitu loh,” tuturnya.
Kekhawatiran Lumpuh dan Komitmen Mengutamakan Kesehatan
Ancaman risiko kelumpuhan permanen menjadi faktor utama yang menggoyahkan mental dan fisik Hotman. Beban pikiran yang berat serta tekanan kerja dalam mendampingi perkara mantan Jampidsus dikhawatirkan dapat memicu kerusakan saraf yang lebih parah.
Keputusan pengunduran diri tersebut telah disampaikan Hotman langsung kepada Febrie Adriansyah sejak dua hari sebelumnya. Meskipun sempat diminta untuk bertahan sejenak oleh sang klien, Hotman memilih untuk bersikap tegas demi memprioritaskan pemulihan kesehatannya.
“Jadi atas dasar pertimbangan itulah saya sudah dari dua hari lalu sudah kasih tahu ke klien saya, sekarang jadi mantan, Febrie Jampidsus. Saya mengundurkan diri. Sudah ngomong dari dua hari lalu, tapi beliau mengimbau kalau bisa beberapa hari lagi. Tapi kalau otak saya terus mikir dan badan begini, aku takut makin parah,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)






![Hotman Paris Hutapea ditemui di Grogol, Jakarta Barat pada Minggu (6/4/2025). [Suara.com/Rena Pangesti]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/hotman-sakit-225x129.jpg)








![Hotman Paris Hutapea ditemui di Grogol, Jakarta Barat pada Minggu (6/4/2025). [Suara.com/Rena Pangesti]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/hotman-sakit-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

