Anggaran Aman! Menkeu Purbaya Jamin Pendanaan Koperasi Desa Merah Putih Rp240 Triliun

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Suara.com/Hiskia)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Suara.com/Hiskia)

1TULAH.COM-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal hijau terkait keberlanjutan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dalam pernyataannya, Menkeu memastikan bahwa aspek pembiayaan untuk program berskala nasional ini sudah mencukupi dan tidak lagi menjadi kendala.

Purbaya meyakini bahwa KDMP akan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang sangat menguntungkan. Namun, ia memberikan satu catatan kritis: tata kelolanya harus bersih dan terbebas dari praktik korupsi.

Terobosan Baru: Seluruh Barang Bersubsidi Wajib Lewat KDMP

Kepastian keberlanjutan program ini menyusul keputusan strategis dari rapat kabinet. Pemerintah secara resmi menetapkan bahwa seluruh barang bersubsidi hanya akan disalurkan melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah ini otomatis menutup celah perdagangan barang subsidi di luar sistem koperasi tersebut.

Kebijakan monopoli distribusi yang sehat ini sengaja dirancang untuk memberikan kepastian pasar sekaligus jaminan pendapatan bagi koperasi di tingkat desa.

“Kemarin diputuskan di rapat kabinet bahwa semua barang-barang yang bersubsidi akan disalurkan lewat Koperasi Desa Merah Putih dan tidak diperjualbelikan di luar itu. Jadi, harusnya dari situ saja Koperasi Desa Merah Putih sudah pasti untung. Asal enggak dikorupsi, harusnya sih aman,” ujar Purbaya di Alun-alun Selatan Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Perkuat Kemitraan Investor melalui Ranperda TJSLB

Skema Pembiayaan Awal: Gaji dan Pelatihan Pegawai Ditanggung Negara

Pemerintah tidak hanya memberikan kepastian usaha dari sisi produk, tetapi juga menyuntikkan bantuan operasional pada masa awal pendirian koperasi. Untuk menjaga stabilitas, negara akan menanggung biaya pelatihan serta gaji para pegawai koperasi selama 1,5 hingga 2 tahun pertama.

Fase ini diharapkan dapat menjadi masa inkubasi agar manajemen koperasi memiliki fundamental yang kuat. Setelah masa transisi tersebut selesai, KDMP diharapkan sudah mampu mandiri secara finansial.

Anggaran Fantastis Rp240 Triliun Selama 6 Tahun

Terkait total kebutuhan anggaran, Purbaya menjelaskan bahwa mega proyek ini memakan biaya yang tidak sedikit. Proyeksi total pembiayaan KDMP mencapai Rp240 triliun untuk jangka waktu enam tahun.

Baca Juga :  Semifinal Piala Dunia 2026: Nico O'Reilly Siap Kawal Lionel Messi di Laga Hidup Mati Inggris vs Argentina

Bagaimana skema pendanaannya? Pemerintah menggunakan kolaborasi strategis dengan sektor perbankan pelat merah.

Detail Skema Pendanaan KDMP:

  • Sumber Dana: Pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

  • Mekanisme Pembayaran: Pemerintah yang akan mencicil pembayaran pokok beserta bunga pinjaman secara bertahap.

  • Alokasi Tahunan: Anggaran yang digelontorkan berkisar Rp40 triliun per tahun, yang disesuaikan secara dinamis dengan jumlah koperasi yang siap beroperasi di lapangan.

Fokus Selanjutnya: Tata Kelola Bersih dan Minim Kebocoran

Dengan tuntasnya urusan pembiayaan, fokus pemerintah kini sepenuhnya beralih pada pengawasan di tingkat implementasi. Purbaya menekankan pentingnya manajemen yang disiplin dan transparan agar anggaran fantastis ini benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.

“Jadi, untuk pendanaan udah enggak ada isu lagi, hanya yang paling penting adalah pelaksanaannya lebih rapi dan bersih, dan sedikit kebocoran. Itu yang dipentingkan ke depan,” pungkas Menkeu. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak
Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026
Datangi Kejagung Hari Ini, Hotman Paris Seret Nama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Pemkab Murung Raya Perkuat Kemitraan Investor melalui Ranperda TJSLB
Duet Mahfud MD – Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Menko Polkam
Linae Victoria Aden Jadi Sekda Kalteng Definitif, Arton S. Dohong Harapkan Sinergi Eksekutif-Legislatif
Kasus Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Mengaku Optimis Eksepsinya Diterima Majelis Hakim
Bukan Sekadar Skor 2-1, Semifinal Piala Dunia 2026 Jadi Ujian Nyata Karakter Juara
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:37 WIB

Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:16 WIB

Datangi Kejagung Hari Ini, Hotman Paris Seret Nama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:30 WIB

Duet Mahfud MD – Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Menko Polkam

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:20 WIB

Anggaran Aman! Menkeu Purbaya Jamin Pendanaan Koperasi Desa Merah Putih Rp240 Triliun

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:02 WIB

Linae Victoria Aden Jadi Sekda Kalteng Definitif, Arton S. Dohong Harapkan Sinergi Eksekutif-Legislatif

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:46 WIB

Kasus Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Mengaku Optimis Eksepsinya Diterima Majelis Hakim

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Bukan Sekadar Skor 2-1, Semifinal Piala Dunia 2026 Jadi Ujian Nyata Karakter Juara

Berita Terbaru