Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong. Foto:Dok/1tulah.com

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong, menegaskan bahwa Upacara Ritual Tiwah memiliki kedudukan yang sangat sakral dan strategis bagi masyarakat Dayak. Menurutnya, Tiwah bukan sekadar prosesi keagamaan bagi umat Hindu Kaharingan, melainkan juga simbol penghormatan tertinggi kepada leluhur sekaligus benteng pertahanan dalam melestarikan kebudayaan Dayak dari generasi ke generasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Arton saat menghadiri secara langsung Upacara Ritual Keagamaan Tiwah yang digelar oleh Keluarga Besar Upun Gawi di Jalan G. Obos VIII, Kelurahan Bakung, Kota Palangka Raya, Jumat (17/7/2026).

Puncak Prosesi Tiwah: Ritual Tabuh Tiga Hari Berturut-turut

Pelaksanaan Tiwah yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Upun Gawi ini telah memasuki fase krusial atau puncak acara. Prosesi ini ditandai dengan tahap tabuh, yaitu penyembelihan hewan kurban ritual yang dilangsungkan secara bertahap selama tiga hari:

  • Tabuh Pertama (Jumat, 10 Juli 2026): Pembukaan puncak ritual dengan menyembelih lima ekor kerbau.

  • Tabuh Kedua (Minggu, 12 Juli 2026): Melanjutkan rangkaian penyembelihan hewan kurban sesuai adat.

  • Tabuh Ketiga (Senin, 13 Juli 2026): Penutupan rangkaian prosesi tabuh sebelum arwah dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dorong Percepatan Jalan Pekahi–Mendawai, Pangkas Jarak Ratusan Kilometer di Katingan

Arton menerangkan bahwa ritual ini adalah bagian paling sakral dalam ajaran Hindu Kaharingan. Secara spiritual, Tiwah bertujuan mengantarkan arwah (liau) sanak keluarga yang telah meninggal dunia menuju Lewu Tatau (alam keabadian atau surga) demi kedamaian abadi.

Lebih dari Sekadar Ritual: Ada Nilai Gotong Royong dan Kebersamaan

Di balik dimensi mistis dan spiritualnya, Arton S. Dohong melihat ada nilai sosial kemasyarakatan yang luar biasa kuat di dalam pelaksanaan Tiwah. Tradisi ini menuntut keterlibatan aktif dari banyak pihak, sehingga secara tidak langsung mempererat ikatan kekerabatan.

“Pelaksanaan Tiwah tidak hanya menjadi bagian dari pengamalan ajaran keagamaan, tetapi juga merupakan upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Arton.

Ia menambahkan bahwa di dalam setiap tahapan upacara terkandung nilai-nilai luhur Dayak, seperti:

  • Gotong Royong: Saling membantu dalam persiapan upacara yang memakan waktu dan biaya tidak sedikit.

  • Semangat Kebersamaan: Menyatukan keluarga besar yang terpisah jarak untuk berkumpul kembali.

  • Harmonisasi Sosial: Mempererat silaturahmi antarwarga, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat luar daerah yang hadir menyaksikan.

Baca Juga :  Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung

Ajakan Kolaboratif: Pelestarian Budaya Adalah Tanggung Jawab Bersama

Menghadapi arus modernisasi yang kian deras, Ketua DPRD Kalteng ini mengingatkan bahwa kekayaan budaya Kalimantan Tengah merupakan aset berharga yang menjadi jati diri bangsa. Oleh sebab itu, pelestariannya tidak boleh dibebankan kepada umat Hindu Kaharingan atau lembaga adat saja.

Arton menaruh harapan besar kepada generasi muda Dayak agar mau mempelajari, memahami, dan bangga terhadap makna filosofis yang ada di dalam setiap prosesi adat seperti Tiwah.

“Tradisi seperti Tiwah adalah bagian dari identitas masyarakat Dayak. Karena itu, keberlangsungannya perlu terus dijaga dan didukung bersama agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” jelasnya.

Menutup penyampaiannya, ia berharap pelaksanaan ritual adat semacam ini mampu terus memupuk rasa persatuan, kebersamaan, dan kedamaian di tengah kemajemukan hidup bermasyarakat di bumi Tambun Bungai. (Ingkit)

Berita Terkait

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah
Ancaman di Balik Energi Terbarukan: Mengapa PSN Berlabel Hijau Memicu Konflik Agraria?
Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10
DPRD Kalteng Sambut Baik Rencana Tambahan TKD Rp20,5 Triliun, Angin Segar Bagi Gaji ASN dan Pelayanan Publik
Viral Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project, Polisi Turun Tangan
Eks Menag Gus Yaqut Didakwa Terima USD 271.500 dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp622 Miliar
Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan
KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bank BJB ke Selebgram Lisa Mariana Melalui Nominee
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:35 WIB

Ancaman di Balik Energi Terbarukan: Mengapa PSN Berlabel Hijau Memicu Konflik Agraria?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:29 WIB

DPRD Kalteng Sambut Baik Rencana Tambahan TKD Rp20,5 Triliun, Angin Segar Bagi Gaji ASN dan Pelayanan Publik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Viral Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project, Polisi Turun Tangan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:28 WIB

Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:21 WIB

KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bank BJB ke Selebgram Lisa Mariana Melalui Nominee

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Digelar 8 Hari di Tamiang Layang, Bartim Expo 2026 Jadi Ajang Dorong Ekonomi Daerah

Berita Terbaru