Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas saat menata produk Beras di KDMP di Sampangan semarang [Ilma Latif/Suara.com]

Petugas saat menata produk Beras di KDMP di Sampangan semarang [Ilma Latif/Suara.com]

1TULAH.COM-Program penguatan ekonomi berbasis kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memasuki babak baru. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengumumkan bahwa sekitar 30.000 calon manajer KDKMP siap diterjunkan ke berbagai pelosok daerah mulai pekan pertama Agustus 2026.

Penempatan massal ini dilakukan setelah puluhan ribu talenta muda tersebut menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan peningkatan kompetensi intensif. Langkah taktis ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi ekosistem koperasi di tingkat akar rumput.

Mayoritas Perempuan, Calon Pemimpin Koperasi Jalani Pelatihan Intensif

Saat melakukan kunjungan kerja ke Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (17/7/2026), Menkop Ferry Juliantono mengungkapkan fakta menarik mengenai komposisi para calon manajer ini. Dari total puluhan ribu peserta, mayoritas di antaranya merupakan talenta perempuan yang siap mengabdi di desa.

“Saya baru mendapatkan informasi bahwa dari 30 ribu peserta, 60 persen adalah perempuan. Tanggal 17 hingga 31 Juli 2026 ini akan ada pelatihan serta penutupan. Nanti di minggu pertama bulan Agustus, kita mulai tempatkan mereka di desa dan kelurahan,” ujar Ferry.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10

Sebelum memasuki fase penguatan kompetensi manajerial ini, para peserta diketahui telah lebih dulu dibekali dengan program pembinaan karakter serta pendidikan bela negara guna menanamkan integritas dan rasa cinta tanah air yang kuat.

Tiga Tahapan Standarisasi Profesionalisme Manajer KDKMP

Pemerintah berkomitmen untuk tidak setengah-setengah dalam mengelola KDKMP. Menkop Ferry menjelaskan bahwa pembentukan kapasitas para manajer KDKMP dirancang secara sistematis melalui tiga tahapan utama:

  1. Pembinaan Karakter: Membentuk mentalitas pelayanan, disiplin, dan integritas yang kokoh.

  2. Penguatan Kompetensi Manajerial: Membekali peserta dengan kemampuan tata kelola bisnis, keuangan, dan operasional koperasi modern.

  3. Sertifikasi Kompetensi: Pengujian akhir untuk memastikan seluruh pengelola memiliki standar profesionalisme yang seragam di seluruh Indonesia.

Target Agustus 2026: Siapkan 35.000 Gedung dan Fasilitas Penunjang

Paralel dengan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah juga tengah mengebut pembangunan infrastruktur fisik koperasi di lapangan.

Targetnya, sekitar 35.000 bangunan KDKMP—yang mencakup kantor operasional, gudang logistik, gerai retail, hingga fasilitas pendukung lainnya—ditargetkan rampung sepenuhnya pada Agustus 2026. Keberadaan fasilitas ini krusial agar KDKMP bisa langsung beroperasi secara optimal begitu para manajer mulai bertugas.

Baca Juga :  Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan 'Satu Pintu' Lewat Bos Maktour

Strategi Penempatan: Utamakan Putra-Putri Daerah Demi Efektivitas

Untuk memastikan program ini berjalan efektif, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, menjelaskan bahwa kebijakan penempatan para manajer akan sangat memprioritaskan faktor kedekatan geografis dan asal-usul wilayah.

  • Prioritas Utama: Calon manajer akan langsung ditempatkan di desa asal mereka masing-masing.

  • Sistem Zonasi Bertahap: Jika suatu wilayah kekurangan kandidat lokal, pemenuhan kebutuhan manajer akan ditarik secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga lingkup provinsi.

“Kalau dia berasal dari desa tersebut, akan ditempatkan di lokasi itu. Tapi kalau tidak, nanti berputarnya dari desa, kecamatan, kabupaten, sampai provinsi,” jelas Destry.

Mekanisme zonasi ini sengaja dirancang agar para manajer tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Dengan menempatkan putra daerah, mereka diharapkan sudah memahami karakteristik sosial, kebutuhan masyarakat, serta potensi ekonomi lokal yang bisa dikembangkan melalui wadah Koperasi Merah Putih ini. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi
Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla
Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul
Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun
Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?
Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Alami Kecemasan Berat dan Jalani Rawat Jalan Pasca-Penyiraman Air Keras
KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu
Presiden Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Bakal Diperbaiki pada 2027
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:09 WIB

Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Presiden Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Bakal Diperbaiki pada 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:40 WIB

KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Berita Terbaru