Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Megawati sebut Peristiwa 27 Juli Simbol Melawan Ketidakadilan

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Megawati Hadiri Pameran “Meretas Jalan Demokras

Megawati Hadiri Pameran “Meretas Jalan Demokras". (Suara.com/Faqih)

1TULAH.COM-Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa Peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah masa lalu. Menurutnya, tragedi tersebut merupakan simbol nyata dari perlawanan terhadap ketidakadilan struktural yang harus terus diingat oleh generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat menghadiri rangkaian peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Ketidakadilan Struktural dan Penggunaan Alat Negara

Dalam orasi politiknya, Megawati mempertanyakan alasan di balik penyerangan markas partai yang saat itu sah secara hukum. Ia menyoroti bagaimana kekuatan aparat keamanan era Orde Baru digunakan untuk menekan kepemimpinan yang berhak.

“Kudatuli itu adalah simbol. Simbol dari apa? Ketidakadilan! Lah, tempatnya aja sah. Saya didukung juga sah. Tapi kenapa karena saya yang menang, lalu kok saya dibegitukan? Dan serangnya itu juga bukan dari luar, dari aparat kita!” ujar Megawati tegas.

Baca Juga :  Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN demi Kesehatan, Bocorkan Sosok Penerusnya

Megawati juga membagikan pengalaman pribadinya saat menghadapi tekanan hukum di era tersebut. Ia mencatat pernah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian sebanyak tiga kali serta kejaksaan sebanyak satu kali.

Pesan Penting untuk TNI dan Polri: Jaga Netralitas

Berangkat dari pengalaman kelam masa lalu, Megawati mengingatkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk selalu menjaga netralitas serta profesionalisme. Ia meminta agar alat negara tidak menyalahgunakan wewenang demi kepentingan politik praktis kekuasaan.

“Apakah alat negara itu akan dijadikan terus-menerus seperti apa yang saya alami pada waktu itu?” tegasnya.

Baca Juga :  Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah

Sekilas Tentang Tragedi Kudatuli 27 Juli 1996

Peristiwa Kudatuli merupakan salah satu insiden paling berdarah dalam sejarah politik Indonesia menjelang akhir era Orde Baru.

  • Lokasi Kejadian: Kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

  • Pemicu Tragedi: Dualisme dan perebutan kekuasaan PDI antara kubu Megawati Soekarnoputri yang didukung rakyat dengan kubu Soerjadi yang disokong pemerintah Orde Baru.

  • Dampak Kerusuhan: Penyerbuan markas PDI memicu kerusuhan massal di kawasan ibu kota.

berdasarkan data resmi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), insiden berdarah ini mengakibatkan:

Kategori Korban Jumlah
Meninggal Dunia 5 orang
Luka-luka 149 orang
Hilang 23 orang

Peringatan ini menjadi momentum untuk terus merawat ingatan kolektif bangsa agar penyalahgunaan kekuasaan dan pengabaian hak-hak demokrasi tidak terulang di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN demi Kesehatan, Bocorkan Sosok Penerusnya
Sudah Diikuti 16 Kepala Daerah Terjerat OTT, Pengamat Minta Retret Pembekalan Dihapus
DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!
Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?
Rahmanto Muhidin dan Forkopimda Sambut Kapolres Baru Murung Raya
Gerindra Minta Semua Pihak Tak Seret Presiden Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah, Sentil Hotman Paris
Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah
Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:11 WIB

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Megawati sebut Peristiwa 27 Juli Simbol Melawan Ketidakadilan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WIB

Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Kepala BGN demi Kesehatan, Bocorkan Sosok Penerusnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:16 WIB

Sudah Diikuti 16 Kepala Daerah Terjerat OTT, Pengamat Minta Retret Pembekalan Dihapus

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:07 WIB

Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:48 WIB

Rahmanto Muhidin dan Forkopimda Sambut Kapolres Baru Murung Raya

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:17 WIB

Gerindra Minta Semua Pihak Tak Seret Presiden Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah, Sentil Hotman Paris

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:11 WIB

Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:04 WIB

Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden

Berita Terbaru