1TULAH.COM-Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa Peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah masa lalu. Menurutnya, tragedi tersebut merupakan simbol nyata dari perlawanan terhadap ketidakadilan struktural yang harus terus diingat oleh generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat menghadiri rangkaian peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.
Ketidakadilan Struktural dan Penggunaan Alat Negara
Dalam orasi politiknya, Megawati mempertanyakan alasan di balik penyerangan markas partai yang saat itu sah secara hukum. Ia menyoroti bagaimana kekuatan aparat keamanan era Orde Baru digunakan untuk menekan kepemimpinan yang berhak.
“Kudatuli itu adalah simbol. Simbol dari apa? Ketidakadilan! Lah, tempatnya aja sah. Saya didukung juga sah. Tapi kenapa karena saya yang menang, lalu kok saya dibegitukan? Dan serangnya itu juga bukan dari luar, dari aparat kita!” ujar Megawati tegas.
Megawati juga membagikan pengalaman pribadinya saat menghadapi tekanan hukum di era tersebut. Ia mencatat pernah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian sebanyak tiga kali serta kejaksaan sebanyak satu kali.
Pesan Penting untuk TNI dan Polri: Jaga Netralitas
Berangkat dari pengalaman kelam masa lalu, Megawati mengingatkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk selalu menjaga netralitas serta profesionalisme. Ia meminta agar alat negara tidak menyalahgunakan wewenang demi kepentingan politik praktis kekuasaan.
“Apakah alat negara itu akan dijadikan terus-menerus seperti apa yang saya alami pada waktu itu?” tegasnya.
Sekilas Tentang Tragedi Kudatuli 27 Juli 1996
Peristiwa Kudatuli merupakan salah satu insiden paling berdarah dalam sejarah politik Indonesia menjelang akhir era Orde Baru.
-
Lokasi Kejadian: Kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
-
Pemicu Tragedi: Dualisme dan perebutan kekuasaan PDI antara kubu Megawati Soekarnoputri yang didukung rakyat dengan kubu Soerjadi yang disokong pemerintah Orde Baru.
-
Dampak Kerusuhan: Penyerbuan markas PDI memicu kerusuhan massal di kawasan ibu kota.
berdasarkan data resmi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), insiden berdarah ini mengakibatkan:
| Kategori Korban | Jumlah |
| Meninggal Dunia | 5 orang |
| Luka-luka | 149 orang |
| Hilang | 23 orang |
Peringatan ini menjadi momentum untuk terus merawat ingatan kolektif bangsa agar penyalahgunaan kekuasaan dan pengabaian hak-hak demokrasi tidak terulang di masa depan. (Sumber:Suara.com)
























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

