1TULAH.COM – Beberapa hari terakhir, dalam aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia, banyak peserta aksi terlihat menggunakan pasta gigi atau odol untuk meredakan rasa perih akibat gas air mata.
Meski diyakini sebagian orang dapat membantu, efektivitas metode ini sebenarnya masih diragukan. Dokter Farhan Firmansyah menjelaskan bahwa pasta gigi hanya memberikan sensasi dingin sementara tanpa benar-benar mengurangi dampak iritasi. Bahkan, mengoleskannya pada area wajah, terutama di bawah mata, justru berisiko memperparah iritasi kulit.
Sebagai langkah yang lebih tepat, Dokter Farhan merekomendasikan penggunaan perlengkapan pelindung seperti gas mask dan goggles karena mampu melindungi mata serta wajah secara menyeluruh dari paparan zat kimia berbahaya.
Jika perlengkapan tersebut tidak tersedia, helm dapat dijadikan alternatif meskipun perlindungannya tidak seefektif gas mask maupun goggles.
Selain itu, ia juga menyarankan penggunaan masker biasa sebagai pengganti gas mask, serta kacamata umum jika tidak memiliki goggles.
Helm pun bisa dijadikan pilihan terakhir untuk memberikan perlindungan dasar agar wajah tetap terlindungi dari paparan gas air mata.
Penulis : Laili R










![Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/ott-kepala-daerah-225x129.jpg)






![Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/ott-kepala-daerah-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

