Gubernur Agustiar Sabran Resmi Mulai Pembangunan Huma Betang, Calon Ikon Budaya Dayak dan Wisata Kalimantan Tengah

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat melakukan pemotongan tali  tiang perdana pembangunan Huma Betang di Palangka Raya. Pembangunan ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam melestarikan budaya Dayak, memperkuat persatuan, serta menghadirkan ikon budaya bertaraf nasional dan internasional. Rabu (23/7/26).

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat melakukan pemotongan tali tiang perdana pembangunan Huma Betang di Palangka Raya. Pembangunan ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam melestarikan budaya Dayak, memperkuat persatuan, serta menghadirkan ikon budaya bertaraf nasional dan internasional. Rabu (23/7/26).

1tulah.com, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran resmi memulai pembangunan Huma Betang melalui prosesi Pemancangan Tiang Perdana di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Kamis (23 Juli 2026).

Pembangunan Huma Betang menjadi salah satu proyek strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperkuat identitas budaya Dayak, melestarikan kearifan lokal, sekaligus mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa Huma Betang bukan sekadar bangunan fisik atau rumah adat tradisional, tetapi merupakan simbol falsafah hidup masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi nilai persatuan, kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Pembangunan Huma Betang ini merupakan upaya kita memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah. Huma Betang harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat, tempat bertemunya budaya, persatuan, dan semangat membangun daerah,” ujar Agustiar Sabran.

Menurut Gubernur, Huma Betang yang dibangun akan menjadi tonggak penting peradaban Dayak di tingkat nasional maupun internasional. Bangunan tersebut dirancang sebagai simbol pemersatu seluruh sub-suku Dayak di Pulau Kalimantan dan Borneo, sekaligus menjadi pusat kegiatan adat, seni budaya, pendidikan, hingga penyelenggaraan forum nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi Melalui Rakor Nasional, Fokus Stabilitas Harga Pangan

Dengan ukuran sekitar 80 x 170 meter dan kapasitas lebih dari 10.000 orang, Huma Betang akan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti galeri budaya, museum, mess kontingen, ruang kegiatan, dan fasilitas pendukung lainnya yang menjadikannya sebagai pusat pelestarian budaya Dayak yang representatif.

Keunikan lainnya, bangunan ini akan menggunakan sekitar 90 persen kayu ulin, material khas Kalimantan yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca dan serangan rayap, sehingga diharapkan mampu menjadi warisan budaya yang bertahan lintas generasi.

“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan akuntabel. Huma Betang nantinya tidak hanya menjadi ikon Kalimantan Tengah, tetapi juga menjadi ikon budaya Indonesia yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menjelaskan bahwa pembangunan Huma Betang merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Agustiar Sabran untuk menghadirkan pusat pelestarian budaya Dayak yang modern, representatif, dan berkelas dunia.

Menurutnya, bangunan akan berdiri di lahan eks Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah dengan mengadopsi konsep rumah panggung tradisional Dayak yang dipadukan dengan teknologi konstruksi modern tanpa menghilangkan nilai filosofi maupun arsitektur khasnya.

Baca Juga :  Gubernur Agustiar Sabran Perkuat Reforma Agraria di Kalteng, GTRA 2026 Fokus Percepatan Sertifikasi Tanah dan Kesejahteraan Masyarakat

Pembangunan dilakukan secara bertahap menggunakan APBD Provinsi Kalimantan Tengah. Pada Tahap I Tahun Anggaran 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp39,2 miliar dengan waktu pelaksanaan fisik selama 173 hari kalender oleh PT Terajana Graha Utama, sedangkan pengawasan dilakukan oleh PT Nidisa Estetika selama 240 hari kalender. Secara keseluruhan, pembangunan ditargetkan rampung pada Tahun Anggaran 2027.

Linae menegaskan seluruh proses pembangunan akan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme sehingga Huma Betang mampu menjadi ikon budaya sekaligus destinasi wisata unggulan Kalimantan Tengah.

“Pembangunan Huma Betang akan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional sehingga menghasilkan bangunan yang tidak hanya menjadi kebanggaan dari sisi estetika, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya, edukasi, dan pengembangan pariwisata Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Keberadaan Huma Betang diharapkan menjadi pusat kebudayaan Dayak, ruang edukasi bagi generasi muda, destinasi wisata unggulan, sekaligus simbol persatuan masyarakat Kalimantan Tengah dalam menyongsong pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Hewu

Berita Terkait

Workshop CSR Bank Kalteng: Pemprov Kalteng Fokuskan Program untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi
Gubernur Agustiar Sabran Perkuat Reforma Agraria di Kalteng, GTRA 2026 Fokus Percepatan Sertifikasi Tanah dan Kesejahteraan Masyarakat
Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi Melalui Rakor Nasional, Fokus Stabilitas Harga Pangan
Diskominfosantik Kalteng Dukung Kebijakan Penggunaan Handphone di Sekolah, Wujudkan Ruang Digital Aman bagi Pelajar
Pemprov Kalteng Perkuat Industri Obat Bahan Alam, Pelaku Usaha Terima Sertifikat BBPOM
Pemprov Kalteng Resmikan Gedung Rehabilitasi NAPZA Terpadu RSJ Kalawa Atei, Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa
Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Program Ekstensifikasi Kelapa Sawit melalui Ground Check Teknis
Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Kalteng Rampung, Pemprov dan DPRD Perkuat Akuntabilitas Keuangan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:00 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Resmi Mulai Pembangunan Huma Betang, Calon Ikon Budaya Dayak dan Wisata Kalimantan Tengah

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:45 WIB

Workshop CSR Bank Kalteng: Pemprov Kalteng Fokuskan Program untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:24 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Perkuat Reforma Agraria di Kalteng, GTRA 2026 Fokus Percepatan Sertifikasi Tanah dan Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:55 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi Melalui Rakor Nasional, Fokus Stabilitas Harga Pangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:51 WIB

Diskominfosantik Kalteng Dukung Kebijakan Penggunaan Handphone di Sekolah, Wujudkan Ruang Digital Aman bagi Pelajar

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:50 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Industri Obat Bahan Alam, Pelaku Usaha Terima Sertifikat BBPOM

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:32 WIB

Pemprov Kalteng Resmikan Gedung Rehabilitasi NAPZA Terpadu RSJ Kalawa Atei, Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:13 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Program Ekstensifikasi Kelapa Sawit melalui Ground Check Teknis

Berita Terbaru