Perkembangan Koperasi Desa Merah Putih: Capaian dan Tantangan Menuju Ekonomi Pancasila

- Jurnalis

Kamis, 10 Juli 2025 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi Budi Arie (kanan) menyapa anggota Komisi VI Rieke Diah Pitaloka (kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Antara/Asprilla Dwi Adha]

Menteri Koperasi Budi Arie (kanan) menyapa anggota Komisi VI Rieke Diah Pitaloka (kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Antara/Asprilla Dwi Adha]

1TULAH.COM-Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi baru-baru ini memberikan update terbaru mengenai pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu, 9 Juli 2025, di Senayan, Jakarta, Budi Arie mengungkapkan capaian signifikan namun juga menyoroti area yang masih perlu didorong.

Angka Fantastis Koperasi yang Terbentuk

Budi Arie memaparkan bahwa hingga 9 Juli 2025, sebanyak 80.560 koperasi telah terbentuk di seluruh Indonesia. Ia bahkan mengklaim bahwa di beberapa provinsi, pembentukan koperasi di desa dan kelurahan sudah mencapai hampir 100 persen. “Beberapa daerah seperti Papua, Banten, Sulawesi Tengah, masih kami dorong. Terutama Banten. Karena ada satu desa, jadi tidak 100 persen, karena satu desa Baduy, masih kami terus dorong,” jelas Budi.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Dari jumlah tersebut, 77.120 koperasi di antaranya sudah berbadan hukum, menunjukkan kemajuan dalam legalitas dan struktur koperasi.

Peluncuran Koperasi Percontohan oleh Presiden Prabowo

Momentum Hari Koperasi pada 19 Juli mendatang akan menjadi sangat penting. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meluncurkan lebih dari 100 koperasi percontohan di Klaten, Jawa Tengah. Peluncuran ini akan dilakukan secara hybrid, melibatkan 103 titik mock up (koperasi percontohan) dari 38 provinsi secara bersamaan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan koperasi di masa depan.

Tanggapan Kritis dari DPR: Lebih dari Sekadar Angka

Meskipun mengapresiasi capaian ini, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka, memberikan tanggapan yang bernada sinis. “Saya sepakat dengan teman-teman yang lain. Ini baru permukaan dan sangat teknis. Ini belum masuk ke dalam substansi,” tegas Rieke.

Baca Juga :  Diikuti 264 Peserta, Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Sedot Antusiasme Warga Bartim

Rieke menekankan bahwa pembangunan harus dimulai dari desa, dari bawah, demi pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, sejalan dengan Asta Cita nomor 6. Ia menambahkan bahwa koperasi adalah instrumen penting untuk mencapai tujuan ini, sebagaimana disampaikan oleh Presiden sendiri.

“Kalau saya menyampaikan beberapa catatan ini semata-mata karena sama dengan teman-teman Komisi VI lainnya. Kami ingin ini berhasil karena kami meyakini bahwa koperasi adalah instrumen untuk terselenggaranya demokrasi ekonomi Pancasila,” ujarnya. Pernyataan Rieke menggarisbawahi pentingnya koperasi tidak hanya sebagai entitas formal, tetapi sebagai pilar substansial dalam mewujudkan keadilan ekonomi. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Berita Terbaru