Dokter Paru Jelaskan Perbedaan Gejala Batuk TBC dan Alergi yang Perlu Diwaspadai

- Jurnalis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Batuk. Sumber foto : freepik

Ilustrasi Batuk. Sumber foto : freepik

1TULAH.COM – Batuk merupakan gangguan kesehatan yang sering dialami dan bisa disebabkan oleh berbagai hal, termasuk infeksi dan reaksi alergi.

Dua penyebab yang umum adalah batuk akibat tuberkulosis (TBC) dan batuk karena alergi.

Meskipun keduanya menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan, terdapat perbedaan mendasar dalam gejalanya yang penting untuk dikenali agar penanganan bisa lebih tepat dan efektif.

Batuk yang disebabkan oleh infeksi TBC umumnya berlangsung terus menerus dalam jangka waktu lama.

Menurut dr Erlang Samoedro, Spesialis Paru, seseorang yang mengalami batuk selama dua minggu atau lebih sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Jika batuk berdahak berlangsung lama, apalagi sampai mengeluarkan darah, maka perlu dicurigai sebagai gejala TBC.

Selain batuk berkepanjangan, TBC juga ditandai dengan demam, meriang, sesak napas, nyeri dada, penurunan berat badan, dan keringat berlebih di malam hari meski tidak melakukan aktivitas berat.

Di Indonesia, TBC menjadi masalah kesehatan yang serius, dengan jumlah kasus mencapai lebih dari satu juta dan angka kematian sekitar 125 ribu jiwa, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia.

Sementara itu, batuk karena alergi biasanya dipicu oleh zat alergen seperti serbuk sari, debu, tungau, atau spora jamur yang tersebar di udara.

Gejala alergi ini umumnya disertai dengan bersin-bersin, hidung tersumbat atau berair, mata berair, serta rasa lelah.

Tidak seperti batuk TBC, batuk karena alergi tidak menimbulkan demam atau nyeri yang signifikan dan cenderung tidak menular.

Gejala alergi juga bersifat fluktuatif, bisa muncul dan hilang dalam waktu yang panjang tergantung paparan terhadap alergen.

Untuk memastikan penyebab batuk yang dialami, baik karena TBC maupun alergi, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis secara langsung.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Berita Terbaru