Jemaah Haji Indonesia Jalan Kaki ke Mina, Kemenag Ungkap Alasannya

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jemaah haji. [MCH 2024/Chandra Iswinarno]

Ilustrasi jemaah haji. [MCH 2024/Chandra Iswinarno]

 

1TULAH.COM – Kementerian Agama mengungkapkan penyebab keterlambatan evakuasi jemaah haji 2025 dari Muzdalifah ke Mina yang membuat sebagian jemaah memilih berjalan kaki.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa jadwal dan perputaran bus terganggu sejak pukul 00.00 WAS akibat antrean ribuan bus, sehingga jemaah menjadi khawatir dan kelelahan setelah wukuf di Arafah.

Karena bus penjemput tak kunjung datang, sejumlah jemaah membuka pintu keluar Muzdalifah sendiri dan berjalan kaki ke Mina tanpa koordinasi dengan petugas, menciptakan pergerakan spontan yang tidak terkendali.

Baca Juga :  Dilema Ketum 'Abadi' di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Arus pejalan kaki meningkat tajam pada Jumat pagi, menambah kepadatan di jalur utama yang seharusnya digunakan oleh bus shuttle.

PPIH akhirnya mengizinkan sebagian jemaah berjalan kaki, tetapi mengimbau jemaah lansia dan risiko tinggi untuk tetap menunggu bus demi menjaga keselamatan mereka.

Baca Juga :  Putus Rantai Mahar Politik, KPK Usul Sediakan Batas Jabatan Ketua Umum Partai

Koordinasi darurat dilakukan dengan Kementerian Haji dan mitra lokal sejak dini hari, dan bantuan logistik seperti air minum serta makanan tiba sekitar pukul 08.50 WAS.

Evakuasi seluruh jemaah akhirnya selesai pukul 09.40 WAS, atau 40 menit dari target awal. Hilman menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengapresiasi respon cepat otoritas Saudi. Upaya mitigasi disebut mampu mencegah dampak yang lebih besar.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP
Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa
Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal
Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas
Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang
Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia
Andai 50 Orang Terkaya RI Dipajaki 2%, Kuliah Bisa Gratis dan Kemiskinan Terhapus!
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:56 WIB

Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang

Selasa, 28 April 2026 - 16:39 WIB

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa

Selasa, 28 April 2026 - 13:02 WIB

Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal

Selasa, 28 April 2026 - 11:57 WIB

Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas

Selasa, 28 April 2026 - 06:08 WIB

Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang

Selasa, 28 April 2026 - 02:54 WIB

Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia

Senin, 27 April 2026 - 17:19 WIB

Andai 50 Orang Terkaya RI Dipajaki 2%, Kuliah Bisa Gratis dan Kemiskinan Terhapus!

Senin, 27 April 2026 - 17:06 WIB

Gubernur Kaltim Sampaikan Minta Maaf dan Bakal Beli Kursi Pijat Dana Sendiri

Berita Terbaru

Anggota DPRD Barito Utara, Naruk Saritani. Foto-ist

DPRD BARUT

Naruk Saritani Dukung Penuh Gerakan Indonesia ASRI di Muara Teweh

Selasa, 28 Apr 2026 - 23:00 WIB

Olahraga

Mbappe Terancam Absen di El Clasico usai Alami Cedera Hamstring

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:31 WIB