Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 02:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban luka kecelakaan kereta api di area Stasiun Bekasi Timur dievakuasi petugas menuju rumah sakit terdekat. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Korban luka kecelakaan kereta api di area Stasiun Bekasi Timur dievakuasi petugas menuju rumah sakit terdekat. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

1TULAH.COM-Suasana di Stasiun Bekasi Timur mendadak mencekam pada Senin (27/4/2026) malam. Sebuah kecelakaan hebat melibatkan KRL Commuter Line tujuan Cikarang yang dihantam dari belakang oleh Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek. Insiden maut ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan puluhan orang luka-luka.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), tercatat tiga orang penumpang KRL meninggal dunia akibat benturan keras tersebut.

Puluhan Penumpang Luka-Luka Dievakuasi ke RS Terdekat

Selain korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan 38 penumpang KRL mengalami luka-luka. Pihak keamanan dan tim medis segera bergerak cepat mengevakuasi para korban dari lokasi kejadian.

Saat ini, para korban luka telah dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya guna mendapatkan penanganan medis intensif, antara lain:

  • RSUD Bekasi

  • Primaya Hospital Bekasi Timur

  • Mitra Plumbon Cibitung

  • RSU Bella Bekasi

Baca Juga :  Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi selamat dan telah berhasil dievakuasi dari rangkaian kereta.

Respon Cepat KAI dan Permohonan Maaf Resmi

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, dan tim medis terus berkolaborasi di lapangan untuk memastikan proses penanganan pasca-kecelakaan berjalan lancar.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Anne Purba dalam keterangan tertulisnya.

Dampak Perjalanan: Pembatalan dan Penyesuaian Pola Operasi

Kecelakaan ini berdampak signifikan pada jadwal perjalanan kereta api di jalur tersebut. Proses evakuasi yang masih berlangsung memaksa KAI melakukan penyesuaian pola operasi, khususnya untuk KRL Commuter Line.

Baca Juga :  Ribuan Warga Antarkan Nadalsyah, Bupati Mura Heriyus Turut Hadir

Beberapa langkah darurat yang diambil KAI meliputi:

  1. Layanan Bus Tambahan: Penumpang KA 4 Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasar Turi – Gambir) diangkut menggunakan bus menuju Stasiun Gambir.

  2. Penghentian Perjalanan: Seluruh KAJJ yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen dihentikan sementara.

  3. Pembatalan Jadwal (27 April 2026): Meliputi KA Gunungjati, KA Parahyangan, dan KA Argo Muria.

  4. Pembatalan Jadwal (28 April 2026): Meliputi KA Purwojaya, KA Madiun Jaya, dan KA Argo Sindoro.

Informasi Layanan Pelanggan

Bagi masyarakat atau keluarga penumpang yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi korban maupun status perjalanan kereta, KAI menyediakan kanal komunikasi resmi sebagai berikut:

  • WhatsApp: 0811-2223-3121

  • Call Center: 121

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak terkait. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB