Drama Panas! Konfrontasi Elon Musk vs Donald Trump Capai Klimaks, Memicu Krisis Global?

- Jurnalis

Sabtu, 7 Juni 2025 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump dan Elon Musk (instagram)

Donald Trump dan Elon Musk (instagram)

1TULAH.COM-Perseteruan publik yang dramatis antara dua figur paling berpengaruh di dunia, Elon Musk dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mencapai puncaknya pada Kamis (5/6/2025) waktu setempat.

Konflik antara miliarder teknologi dan pemimpin negara ini, yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu, meledak menjadi saling tuding dan ancaman serius. Dampaknya bahkan merambah ke operasional wahana antariksa Dragon milik Space Exploration Technologies Corp (SpaceX) serta memicu seruan pemakzulan terhadap Presiden Trump.

Pemicu Ketegangan: Pemangkasan Kontrak Pemerintah dan Desakan Pajak

Pemicu utama eskalasi ini adalah usulan Trump untuk memangkas kontrak pemerintah yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan milik Musk. Langkah ini diambil menyusul desakan berulang dari mantan penasihat presiden kepada Partai Republik untuk menolak undang-undang pajak yang baru ditandatangani, dengan alasan biaya yang terlalu besar.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosialnya, Trump secara eksplisit menyatakan: “Cara termudah untuk menghemat uang dalam Anggaran kita, Miliaran dan Miliaran Dolar, adalah dengan menghentikan Subsidi dan Kontrak Pemerintah Elon.” Respon pasar tidak menunggu lama; saham Tesla, salah satu perusahaan Musk, anjlok hingga 18% pada Kamis, memperpanjang kerugian yang telah terjadi sebelumnya akibat pengumuman Trump tentang pemutusan hubungan federal dengan Musk.

Konflik Meledak di Ranah Publik: Dari Kekaguman Menjadi Saling Serang

Perpecahan antara presiden AS yang berkuasa dan salah satu orang terkaya di dunia ini berlangsung dengan kecepatan yang mencengangkan, diwarnai oleh saling tuding, penghinaan langsung, dan disiarkan secara terbuka melalui televisi serta platform media sosial pribadi keduanya.

Hanya seminggu sebelumnya, Trump dan Musk masih berdiri bersama di Ruang Oval, mengisyaratkan persahabatan yang abadi. Namun, pada Kamis (5/6/2025), suasana berubah drastis menjadi saling ejek dan menghina.

Pernyataan yang awalnya berbalut kesedihan dan kekecewaan dengan cepat bergeser menjadi ancaman terbuka. Pada pertengahan sore Kamis, Musk melalui platform X miliknya menyatakan bahwa Trump tidak akan pernah bisa memenangkan kembali Gedung Putih tanpa bantuannya.

Trump segera membalas dengan melabeli Musk sebagai “gila” dan mengancam akan membatalkan kontrak federal yang melibatkan perusahaan-perusahaan Musk. Ancaman ini dijawab Musk dengan janji untuk menonaktifkan wahana antariksa Dragon, sebuah aset krusial yang selama ini menopang operasional Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Di tengah ketegangan ini, saham Tesla semakin tertekan.

Baca Juga :  Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

Saling Serang di Media Sosial dan Pertemuan Ruang Oval

Musk lantas melontarkan sindiran langsung kepada presiden, dengan mengunggah ulang cuitan Trump pada tahun 2013 yang mengkritik Partai Republik karena menaikkan pagu utang. Musk menambahkan komentar sarkastik: “Kata-kata bijak.” Musk kembali mengunggah surat lama Trump dari tahun 2012 yang menyatakan bahwa tidak ada anggota Kongres yang pantas dipilih kembali jika anggaran AS tidak seimbang.

Donald Trump lantas menanggapi kritik Musk dalam sebuah pertemuan di Ruang Oval dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz. “Elon kesal karena kami mengambil mandat EV, dan Anda tahu, yang menghabiskan banyak uang untuk kendaraan listrik,” kata Trump, menambahkan bahwa perusahaannya menghadapi kesulitan dengan kendaraan listrik dan “mereka ingin kami membayar subsidi miliaran dolar.”

Trump juga menyatakan bahwa ia dan Musk sebelumnya memiliki hubungan yang baik, namun “sangat kecewa dengan Elon” karena ia merasa telah banyak membantu Musk. Kanselir Merz dilaporkan hanya duduk diam selama intervensi Trump ini.

Perdebatan Subsidi dan “Pork” dalam Undang-Undang

Musk sempat mengalihkan kritik dan memuji keputusan presiden memangkas dana untuk kereta cepat California, menyebutnya sebagai langkah yang masuk akal. Namun, hanya delapan menit kemudian, Musk tampaknya merespons klaim Trump tentang mandat kendaraan listrik dengan singkat: “Terserah.”

CEO Tesla itu menyatakan tidak keberatan jika pemotongan insentif EV tetap ada, namun mengkritik tidak adanya sentuhan pada subsidi minyak dan gas, menyebutnya “sangat tidak adil!!”. Ia juga menyoroti banyaknya “pork” (alokasi dana yang tidak relevan) dalam undang-undang tersebut.

“Sungguh Tidak Tahu Terima Kasih” dan Ancaman Besar

Unggahan Musk terus berlanjut. Ia mengatakan bahwa RUU tersebut tidak pernah diperlihatkan kepadanya. Musk membalas unggahan dari pengguna X bernama Autism Capital yang mengemukakan perannya dalam pemilu, dengan mengklaim bahwa tanpa dirinya, Trump akan kalah dan Demokrat akan menguasai DPR. Ia menutupnya dengan “Sungguh tidak tahu terima kasih”.

Baca Juga :  Diikuti 264 Peserta, Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Sedot Antusiasme Warga Bartim

Musk mengunggah ulang postingan dari pengguna X Wall Street Mav yang berharap perselisihan tersebut tidak merusak hubungan antara miliarder itu dan Trump. Tidak lama kemudian, Musk menyusul dengan video Trump memuji Tesla di depan Gedung Putih, seraya menandai presiden dengan kalimat “Ingat ini?”.

Trump bergabung dalam pertikaian melalui platform Truth Social miliknya, mengklaim bahwa ia meminta Musk untuk pergi dan Musk menjadi “GILA”. Presiden segera melanjutkan dengan ancaman serius terhadap bisnis orang terkaya di dunia tersebut, menyatakan bahwa cara termudah untuk menghemat uang adalah dengan memutus kontrak pemerintah dari perusahaan Musk. Data Bloomberg Government menunjukkan total pendapatan SpaceX dan Tesla dari kontrak federal yang tidak diklasifikasikan sejak tahun fiskal 2000 mencapai US$22,5 miliar.

Musk menanggapi unggahan Trump dengan tegas: “Kebohongan yang sangat jelas. Sangat menyedihkan.” Ia kemudian mengunggah ulang referensi tentang bagaimana pemutusan kontrak pemerintah akan mengakhiri Stasiun Luar Angkasa Internasional, diikuti dengan emoji tertawa dan tantangan: “Silakan, buat hariku menyenangkan…”

Elon Musk menaikkan tensi perselisihan dengan mengatakan sudah “waktunya untuk menjatuhkan bom yang sangat besar,” mengisyaratkan bahwa Trump menyembunyikan berkas terkait pemodal Jeffrey Epstein karena keterlibatan presiden sendiri dalam kasus tersebut. Musk akhirnya melontarkan ancaman puncak, menegaskan bahwa ia akan menonaktifkan wahana antariksa Dragon milik SpaceX, yang bertanggung jawab mengangkut kargo dan astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk AS.

Apa Implikasinya?

Konflik yang kian memanas antara Elon Musk dan Donald Trump ini berpotensi memiliki implikasi serius, tidak hanya bagi perusahaan-perusahaan Musk, tetapi juga bagi stabilitas politik AS dan bahkan masa depan eksplorasi luar angkasa. Ancaman Musk untuk menonaktifkan wahana antariksa Dragon, yang vital bagi operasional ISS, dapat memicu krisis internasional. Sementara itu, seruan pemakzulan terhadap Trump menunjukkan betapa dalamnya dampak perseteruan ini terhadap lanskap politik AS. Publik menanti bagaimana drama ini akan berakhir dan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertarungan titans ini. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Berita Terbaru