1 Dzulhijjah 1446 H Ditetapkan pada 28 Mei 2025: Keputusan Berdasarkan Kriteria Ilmiah dan Fikih Kuat

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar menetapkan 1 Dzulhijjah 1446 H akan jatuh pada Rabu (28/5/2025) besok.. [Suara.com/Dea]

Menteri Agama Nasaruddin Umar menetapkan 1 Dzulhijjah 1446 H akan jatuh pada Rabu (28/5/2025) besok.. [Suara.com/Dea]

1TULAH.COM-Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi menetapkan 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Penetapan ini menjadi kabar penting bagi umat Islam, terutama karena akan menentukan hari raya Idul Adha 1446 H yang akan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.

Dasar Penetapan yang Kuat: Ilmiah dan Fikih

Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa penetapan awal bulan Dzulhijjah ini didasarkan pada kriteria ilmiah dan fikih yang kuat, menghilangkan keraguan meskipun hilal hanya terlihat di Aceh pada akhir waktu pengamatan.

“Posisi hilal sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh MABIMS, forum kerja sama Menteri Agama dari empat negara di Asia Tenggara, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” jelas Nasaruddin.

Menurut kriteria MABIMS, batas minimal terlihatnya hilal (imkanur ru’yah) adalah ketinggian 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat. Nasaruddin merinci, “Ketinggian hilal di Aceh 3 derajat 12 menit 29 detik, berarti sudah lewat. Kemudian sudut elongasi sudah melewati standar MABIMS, standarnya itu adalah 6 derajat, sedangkan di Aceh itu sudah 7 derajat 6 menit 27 detik.”

Baca Juga :  Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Lebih lanjut, Menag juga merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor B228 Tahun 2015. Fatwa ini menyatakan bahwa jika posisi hilal sudah wujud dan memenuhi syarat imkanur ru’yah, maka hilal dianggap sah meskipun tidak berhasil dilihat secara langsung. Ini menegaskan bahwa keputusan penetapan 1 Dzulhijjah tidak hanya mengandalkan penampakan fisik semata, melainkan juga pertimbangan ilmiah dan fikih yang komprehensif.

Menjawab Keraguan Publik dan Kesepakatan Bersama

Menanggapi keraguan publik atas kesaksian seorang saksi yang melihat hilal pada menit-menit terakhir, Nasaruddin Umar menekankan bahwa keputusan penetapan 1 Dzulhijjah ini adalah kesepakatan bersama Majelis Ulama Indonesia.

“Jadi jangan lagi ada perbedaan pendapat, wah ini kan hanya satu orang, itu pun juga last minute, ini dasar-dasar penetapan kita tadi. Dengan demikian ini sangat kuat,” pungkasnya, menegaskan soliditas keputusan yang diambil.

Proses Sidang Isbat yang Komprehensif

Sidang isbat penentuan 1 Dzulhijjah 1446 H merupakan proses yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak. Turut hadir dalam sidang ini adalah sejumlah Duta Besar Negara-negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga :  Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Selain itu, hadir pula perwakilan dari Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-organisasi Islam, Lembaga dan instansi terkait, Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama, serta Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam dan Pondok Pesantren.

Sebelum sidang, pemantauan hilal dilakukan di 114 titik lokasi di seluruh Indonesia. Sidang isbat sendiri digelar dalam tiga tahap:

  1. Pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag.
  2. Sidang penetapan yang digelar secara tertutup bersama para tokoh ormas Islam dan instansi terkait.
  3. Konferensi pers hasil sidang untuk mengumumkan keputusan kepada publik.

Dengan proses yang transparan dan melibatkan banyak ahli serta perwakilan umat, penetapan 1 Dzulhijjah 1446 H diharapkan dapat diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Pilih Batalkan Pekerjaan Demi Keselamatan. Instagram @
haykalkamil

Entertainment

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB

Plt Sekda Seruyan, dr. Bacrun Abbas, bersama OPD terkait saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Ruang Rapat Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Senin (7/9).

Seruyan

Indeks Perkembangan Harga di Seruyan Berstatus Naik

Senin, 7 Sep 2026 - 15:58 WIB