Ketua Komisi II DPRD Kalteng Ingatkan: Kelola SDA dengan Bijak Demi Masa Depan Kalimantan

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah. Foto:Dok/1tulah.com

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah, menekankan urgensi pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara bijak dan berkelanjutan di provinsi yang kaya akan potensi alam ini.

Ia mengingatkan bahwa menjaga keseimbangan alam adalah kunci untuk mencegah dampak lingkungan yang semakin meluas dan memastikan warisan berharga bagi generasi mendatang.

Siti Nafsiah menegaskan bahwa hutan yang luas, sungai-sungai yang mengalir, dan keanekaragaman hayati yang melimpah merupakan aset tak ternilai bagi Kalimantan Tengah. Tanpa pengelolaan yang tepat dan bertanggung jawab, eksploitasi SDA yang berlebihan dapat mengancam kelestarian lingkungan dan mengorbankan kualitas hidup generasi penerus.

“Kita semua punya tanggung jawab menjaga kelestarian alam Kalteng. Pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta harus bersinergi menjaga hutan, sungai, dan keanekaragaman hayati,” ujar Siti Nafsiah, Kamis (15/5/2025).

Ia juga menyerukan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian.

Politikus perempuan ini juga menyoroti krusialnya menerapkan prinsip berkelanjutan dalam setiap aktivitas pemanfaatan SDA. Menurutnya, keseimbangan ekosistem harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan dan rencana pembangunan yang berkaitan dengan sumber daya alam.

“Pemda perlu mendorong kebijakan seperti penghijauan, pengendalian limbah, dan perlindungan satwa liar. Itu penting agar kekayaan alam kita tidak rusak dan tetap lestari,” tambahnya, menyoroti langkah-langkah konkret yang perlu diimplementasikan.

Baca Juga :  Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla

Siti Nafsiah berharap agar upaya pelestarian SDA yang dilakukan saat ini akan menjadi warisan tak ternilai bagi anak cucu di masa depan. Ia meyakini bahwa menjaga alam adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Kalau kekayaan alam kita terjaga, maka kita juga menjaga kehidupan,” pungkas Siti Nafsiah, menyampaikan pesan kuat tentang keterkaitan erat antara kelestarian alam dan kualitas hidup manusia.

Pentingnya Pengelolaan SDA Berkelanjutan di Kalimantan Tengah:

Kalimantan Tengah, dengan kekayaan alamnya yang luar biasa, menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam seperti pertambangan, perkebunan, dan pemanfaatan hasil hutan, jika tidak dikelola dengan bijak, dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan, termasuk:

  • Deforestasi dan kerusakan hutan: Hilangnya tutupan hutan dapat menyebabkan erosi tanah, banjir, dan hilangnya habitat satwa liar.
  • Pencemaran sungai dan sumber air: Aktivitas industri dan pembuangan limbah yang tidak terkontrol dapat mencemari sungai, mengancam ketersediaan air bersih dan ekosistem perairan.
  • Hilangnya keanekaragaman hayati: Eksploitasi habitat alami dapat menyebabkan kepunahan spesies tumbuhan dan hewan endemik Kalimantan.
  • Perubahan iklim: Deforestasi dan pembakaran lahan gambut berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim.
Baca Juga :  Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Oleh karena itu, seruan Ketua Komisi II DPRD Kalteng ini menjadi sangat relevan. Pengelolaan SDA berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya alam saat ini tidak mengorbankan kebutuhan dan hak generasi mendatang. Beberapa langkah penting yang perlu terus didorong meliputi:

  • Implementasi kebijakan lingkungan yang tegas: Pemerintah daerah perlu memiliki regulasi yang kuat terkait pengelolaan SDA, termasuk izin lingkungan yang ketat dan penegakan hukum yang efektif terhadap pelanggaran.
  • Promosi praktik pemanfaatan SDA yang bertanggung jawab: Mendorong sektor swasta untuk mengadopsi teknologi dan praktik yang ramah lingkungan dalam operasional mereka.
  • Pemberdayaan masyarakat lokal: Melibatkan masyarakat adat dan komunitas lokal dalam pengelolaan SDA, menghargai pengetahuan tradisional mereka dan memberikan manfaat ekonomi yang adil.
  • Rehabilitasi lingkungan yang rusak: Melakukan upaya aktif dalam memulihkan ekosistem yang telah terdegradasi akibat aktivitas eksploitasi SDA.
  • Edukasi dan peningkatan kesadaran lingkungan: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya konservasi.

Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, serta komitmen yang kuat terhadap prinsip berkelanjutan, Kalimantan Tengah dapat terus menikmati kekayaan alamnya tanpa harus mengorbankan masa depan lingkungan dan generasi penerusnya. (Ingkit)

 

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru