AJI Desak Pengadilan Sipil untuk Oknum TNI AL Pembunuh Jurnalis Juwita di Kalsel, Evaluasi Pendidikan Militer!

- Jurnalis

Kamis, 27 Maret 2025 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juwita (23) jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan diduga tewas karena dibunuh anggota TNI. (tangkapan layar/X)

Juwita (23) jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan diduga tewas karena dibunuh anggota TNI. (tangkapan layar/X)

1TULAH.COM-Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas meninggalnya Juwita (23), seorang jurnalis asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang diduga dibunuh oleh oknum TNI AL. AJI mendesak agar pelaku diadili di pengadilan sipil dan mendesak evaluasi pendidikan militer.

Sekretaris Jenderal AJI Indonesia, Bayu Wardana, menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya tentang perlindungan pers, tetapi juga tentang tindakan militer terhadap masyarakat sipil. “AJI prihatin dan turut berduka atas kematian jurnalis di Kalsel. Ini bukan soal perlindungan pada pers, tetapi perlu evaluasi pada pendidikan TNI kita. Pada banyak kasus (kasus sabung ayam Lampung, tewasnya bos rental, dll) begitu ringannya tentara menghabisi nyawa rakyat yang seharusnya mereka lindungi,” kata Bayu.

Desakan Pengadilan Sipil dan Evaluasi Pendidikan TNI

Baca Juga :  Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

AJI mendorong agar pelaku diadili melalui pengadilan umum/sipil, bukan pengadilan militer. “Pelaku sebaiknya dibawa ke pengadilan umum/sipil. Karena ini unsur pidana pembunuhan, bukan dalam situasi perang. Ini akan menunjukkan keseriusan TNI AL dalam menangani kasus ini,” tegas Bayu.

Selain itu, AJI meminta Panglima TNI untuk mengevaluasi model pendidikan TNI dan melakukan tes psikologi pada semua tentara aktif. Langkah ini dianggap perlu untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. “TNI dilatih untuk perang dengan kemampuan membunuh lawan. Hal ini perlu diimbangi dengan kemampuan kontrol emosi dan berpikir yang matang. Jika TNI taat hukum, maka semua persoalan akan dibawa ke ranah hukum, bukan dengan main hakim sendiri,” pungkasnya.

Konfirmasi Keterlibatan Oknum TNI AL

Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan telah mengonfirmasi keterlibatan oknum prajurit TNI AL dalam kasus ini. Oknum tersebut, berinisial J dengan pangkat Kelasi Satu, bertugas di Lanal Balikpapan dan telah diamankan oleh Polisi Militer AL.

Baca Juga :  KPK Ungkap Tingginya Biaya Politik Memicu Korupsi dan Hubungan Transaksional Pejabat

“Oknum tersebut berinisial J pangkat Kelasi Satu,” Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Pangkalan TNI AL Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap, dikutip dari Antara.

Kekerasan Terhadap Jurnalis Meningkat

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. AJI mencatat 67 kasus kekerasan terhadap jurnalis pada 2022, meningkat dari 43 kasus pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk politik, hukum, ekonomi, sosial, dan keamanan.

AJI menekankan perlunya mekanisme khusus untuk melindungi jurnalis dan mengajak semua pihak untuk berkomitmen menjaga kebebasan pers. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WIB

Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terbaru